
PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri, Mohammad Bisri, mengungkapkan kendala terlambatnya pembayaran insentif para tenaga kesehatan (nakes) disebabkan adanya perubahan sistem pembayaran.
Pertama, adanya perubahan pada Rencana Kerja Anggaran (RKA), serta yang kedua perubahan pada Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) pada tahun 2021 ini. Sehingga, memakan waktu pada proses administrasi.
“Yang jelas mengenai anggaran ini sudah clear, saya juga ikut dalam pembahasan. Hanya saja, teknis pembayarannya terkendala dengan SIPD dan sistem keuangan saja,” ucapnya menjawab penyebab keterlambatan pembayaran insentif para nakes.
Dengan adanya masalah ini, Pemprov Kepri langsung membayarkan insentif para nakes baru untuk 3 bulan. Sementara, sisanya akan dilakukan pembayaran secara bertahap.
Menurut Bisri, agar tidak ada lagi keterlambatan ke depan, selanjutnya pihak bagian keuangan RSUP RAT harus langsung menyelesaikan administrasi pembayaran tahap pertama. Kemudian, bisa diajukan lagi pembuatan tahap kedua.
“COVID-19 ini kan baru, makanya kita perlu penyesuaian. Apalagi penganggarannya terpisah dengan APBD yang reguler,” ujarnya.
Bisri mengatakan sumber insentif covid diambil dari dana tak terduga termasuk refocusing 9 persen dari APBD untuk pembayaran insentif COVID-19. Bisri juga memastikan sumber dana insentif yang dibayarkan bukan bersumber dari BLUD RSUP RAT, tapi dari dana refocusing 9 persen APBD 2021.
“Kita kemarin kan masih mau coba memahami perubahan sistem dari SIMDA menjadi SIPD. Itu menjadi masalah semua OPD. Namun karena rumah sakit ini kan hal urgent menyangkut pelayanan dalam jumlah besar. Tapi semua sudah selesai, hari ini uangnya telah ditransfer, yang jelas saya katakan pemerintah akan tetap bayar tapi prosedurnya harus dilalui,†demikian Bisri.
Sementara itu, Sekdaprov Kepri, TS Arif Fadillah, belum lama ini menyampaikan Pemprov Kepri telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 25 miliar untuk insentif para nakes. Alokasi anggaran tersebut merupakan komitmen pemerintah untuk mengapresiasi kinerja para nakes sebagai garda terdepan penanganan COVID-19.
“Kerja para nakes di zaman pandemi ini cukup berisiko. Insentif ini tidak seberapa dengan risiko yang dihadapi para nakes,” kata Arif, belum lama ini.
Penulis: Ismail
Editor: Ogawa












