
PRESMEDIA.ID– Provinsi Kepulauaan Riau (Kepri) menjadi provinsi kedua yang mencanagkan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) RI.
Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) digelar Badan Pusat Statistik (BPS) RI dan perwakilan Kepri di Aula Wan Seri Beni, Kantor Gubernur Kepulauan Riau, Dompak, Tanjungpinang, Senin (17/6/2026).
Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 merupakan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik yang mewajibkan BPS melaksanakan sensus ekonomi setiap 10 tahun, tepatnya pada tahun yang berakhiran angka enam.
Sensus ekonomi jelasnya, menjadi instrumen penting dalam menangkap perubahan aktivitas ekonomi yang terus berkembang.
“Ini harus kita catat, harus kita data dan harus kita hadirkan datanya yang terkini dan akurat,” ujar Amalia.
Menurutnya, potensi ekonomi Kepri sebagai “Permata Biru” di gerbang utara Indonesia perlu terus diasah melalui data yang akurat guna mendukung pembangunan hingga Indonesia Emas 2045.
“Atas hal itu, mari kita jadikan sensus ekonomi sebagai alat kita bersama untuk memajukan Kepri sebagai permata biru di gerbang utara Indonesia,” jelasnya
Amalia menegaskan, sensus ekonomi merupakan gerakan nasional yang menjadi milik bersama, bukan hanya BPS.
Seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat diharapkan ikut berpartisipasi agar cakupan pendataan dapat dilakukan secara menyeluruh dan menghasilkan data berkualitas.
“Cakupannya semua, tidak ada yang terlewat dan yang kedua, kualitas datanya harus benar-benar dan bagus,”pungkasnya.
Ditempat yang sama, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mengatakan hasil Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan administratif, Namun juga menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan strategis daerah.
Bagi Provinsi Kepri yang memiliki wilayah laut mencapai 98 persen, data sensus ekonomi memiliki nilai yang sangat penting untuk mendukung pengembangan ekonomi Maritim di Provinsi Kepulauan Riau.
Ia menyampaikan akan menginstruksikan seluruh kepala daerah, instansi vertikal, TNI, Polri, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan hingga rumah tangga untuk memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Ansar berharap, tidak ada satu pun aktivitas ekonomi yang terlewat sehingga Kepulauan Riau dapat memberikan kontribusi terbaik dalam pelaksanaan sensus Ekonomi tersebut.
“Tidak boleh ada satu pun yang terlewatkan di Provinsi Kepri ini,” tutupnya.
Penulis: Roland
Editor : Redaktur












