Kepri Targetkan Investasi 2026 Rp86 T, KEK Pulau Poto dan Investasi BP.Batam Penentu Capiaan Target

Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Ansar Ahmad (Roland/ Presmedia)
Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Ansar Ahmad (Roland/ Presmedia)

PRESMEDIA.ID– Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menargetkan nilai investasi pada tahun 2026 mencapai Rp86 triliun. Target ini meningkat signifikan sekitar Rp31 triliun dibandingkan capaian tahun 2025.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menyebutkan, peningkatan target ini menjadi yang tertinggi di wilayah Sumatera, sehingga membutuhkan kerja keras dari seluruh pihak.

Ansar menjelaskan, realisasi investasi Kepri pada 2025 mencapai Rp57 triliun, jumlah ini melampaui target nasional sebesar Rp67 triliun atau sekitar 112 persen.

Sementara itu, jika dibandingkan dengan target dalam RPJMD yang sebesar Rp47 triliun, capaian tersebut bahkan menembus sekitar 137 persen.

“Karena capaian kita tinggi, maka target 2026 dinaikkan menjadi Rp86 triliun. Ini target tertinggi di Sumatera, jadi kita harus bekerja lebih keras,” ujar Ansar, Selasa (28/4/2026).

KEK Pulau Poto dan Investasi BP.Batam Jadi Penentu Pencapaian Target

Untuk mencapai target tersebut, Pemprov Kepri akan mendorong percepatan sejumlah proyek investasi strategis, seperti, Pengembangan kawasan ekonomi di BP.Batam, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Pulau Poto, Bintan dan Rencana pengembangan kawasan industri di Pulau Numbing.

Ansar menegaskan, seluruh aparatur sipil negara (ASN) di Kepri harus turut mendukung percepatan investasi agar target nasional dapat tercapai.

KEK Lingga dan Industri Rumput Laut Terus Didorong

Selain Batam dan Bintan, Kabupaten Lingga juga menjadi fokus pengembangan investasi melalui Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) PT Tianshan Aluminium Indonesia (TAI).

Saat ini, proses realisasi KEK tersebut masih berjalan, termasuk pembahasan terkait lahan antara pemerintah daerah dan TNI AL.

Tak hanya itu, sektor industri rumput laut di Dabo Singkep juga mulai berkembang dengan masuknya investor dari Jawa Barat.

“Pengembangan ini melibatkan banyak tenaga kerja, terutama ibu-ibu, dan diharapkan bisa berkembang hingga 5.000 hektare,” jelas Ansar.

Pemerintah lanjutnya, juga akan memperkuat dukungan infrastruktur, termasuk pembangunan pelabuhan RoRo di Tanjung Uban, Bintan.

Sementara di Kabupaten Kepulauan Anambas, pemerintah daerah telah menandatangani kontrak produksi rumput laut hingga 300 ribu ton, yang akan segera memasuki tahap pembibitan.

Ansar menilai sektor ini memiliki efek ekonomi yang besar, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

Dengan berbagai proyek strategis tersebut, Pemprov Kepri optimistis target investasi 2026 dapat tercapai.

Selain meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, investasi ini juga diharapkan mampu membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Penulis:Roland
Editor :Redaktur