KRI Diponegoro Wakili Indonesia ke Lebanon Jalankan Misi Perdamaian PBB

Dansatgas MTF Letkol Laut (P) Wirastyo Haprabu di atas KRI Diponegoro 368 (Foto:Putra/Presmedia.id)
Dansatgas MTF Letkol Laut (P) Wirastyo Haprabu di atas KRI Diponegoro 368 (Foto:Putra/Presmedia.id)

PRRESMEDIA.ID, Batam- Kapal perang TNI-AL, KRI Diponegoro 365, kembali dipercaya untuk melaksanakan misi perdamaian PBB di Lebanon, menggantikan KRI Frans Kaisiepo 368.

Sebelum berangkat, KRI Diponergoro  365 tiba di Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV Kota Batam untuk pengisian bahan bakar Rabu (13/12/2023).

Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) MTF Letkol Laut (P) Wirastyo Haprabu menyatakan, kehadiran KRI Diponegoro 365 di Kota Batam merupakan langkah awal dari perjalanan misi perdamaian ini.

Kapal ini melakukan pengisian bahan bakar terakhir, sebelum melanjutkan perjalanannya menuju Kolombo, Sri Lanka, sebagai bagian dari tahapan menuju Lebanon.

Misi perdamaian ke Lebanon ini melibatkan beberapa tahap perjalanan, termasuk perhentian di Kolombo, Sri Lanka, Shalalah, Oman, Port Said, Mesir, dan akhirnya Beirut, Lebanon.

Selama perjalanan 27 hari, KRI Diponegoro 365 akan berada di Lebanon selama 1 tahun, dengan total durasi perjalanan berangkat dan pulang selama kurang lebih 14 bulan.

Dansatgas MTF Letkol Laut (P) Wirastyo mengatakan, tugas utama kapal ini melibatkan latihan di laut Mediterania Lebanon bersama angkatan laut dari berbagai negara.

Selain itu, mereka akan melakukan pengawasan wilayah perairan Lebanon dengan fokus mencegah peredaran barang ilegal, khususnya senjata.

Pihaknya juga akan membantu angkatan laut Lebanon dalam operasi maritime interdiction operation sesuai mandat dari PBB.

KRI Diponegoro 365, dengan berat 1.700 ton, memiliki panjang 90,71 meter dan lebar 13,02 meter, mampu melaju dengan kecepatan 28 knot.

Kapal ini juga dapat mengangkut 120 personel dan dilengkapi dengan teknologi mutakhir serta perlengkapan senjata siap tempur, termasuk meriam kaliber 76 milimeter, rudal permukaan, radar anti-pesawat udara, dua unit meriam kaliber 20 milimeter, dan satu unit helikopter.

Letkol Laut (P) Wirastyo Haprabu menegaskan bahwa seluruh persenjataan di KRI Diponegoro 365 sesuai dengan persyaratan PBB untuk misi MTF di Lebanon.

Ia juga mengakui bahwa misi ini merupakan penugasan pertamanya sebagai Dansatgas, dan bersama pasukannya, mereka berkomitmen untuk menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.

Sebagai langkah antisipasi, mereka juga memperhatikan kondisi cuaca di perairan yang akan dilewati, seperti Laut Merah, Laut Arab, dan Samudra Hindia.

“Update cuaca dan pemantauan terus akan dilakukan untuk menghadapi kondisi laut yang berbeda dengan laut di Indonesia,” katanya.

Penulis:Hgp/Presmedia
Editor :Redaks