
PRESMEDIA.ID– Alami Krisis Air musim kemarau, Lapas Umum Kelas IIA Tanjungpinang terpaksa membeli air 4 ton atau (4.000 liter) per hari untuk memenuhi kebutuhan para napi.
Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Tanjungpinang Untung Cahyo Sidharto, mengatakan Lapas Tanjungpinang itu sebenarnya memiliki beberapa sumber air, mulai dari sumur bor, kolam air, dan dari PDAM.
Namun semenjak kemarau panjang melanda Bintan, Debit air di sumur bor dan kolam Lapas itu menurun drastis.
Sementara PDAM, hanya dapat menyuplai air ke Lapas tersebut dua kali dalam sepekan.
“Maka untuk memenuhi kebutuhan para napi Kami terpaksa beli air dari luar,” ujar Untung saat ditemui di Lapas Rabu (4/2/2026).
Ia juga mengatakan, Pembeliaan Air itu terpaksa dilakukan pihaknya secara rutin setiap hari dengan besaran 4 ton atau 4,000 liter dalam sehari.
Untung, juga juga mengatakan, dengen pembeliaan air ini membutuhkan anggaran yang cukup lumayan, sebab air sangat penting di lapas, untuk keperluan sehari-hari napi, Dapur dan petugas.
“Kita 4 kali beli. Sekali beli itu 1 ton jadi 4 ton air bersih kita beli setiap hari. Cukup lumayan juga pengeluaZnnya,” katanya.
Lapas ini dihuni oleh 679 napi. Mereka tersebar di 6 blok yang masing-masingnya terdiri dari 4-7 sel.
Maka untuk menghemat penggunaan air. Pihaknya melakukan pembatasan penggunaan air kepada para napi. Tujuannya agar air yang disediakan dapat terbagi rata untuk semua napi.
“Bahkan napi diminta untuk mandi satu hari dalam sekali,” jelasnya.
Disinggung apakah pihak lapas meminta bantuan ke pemerintah daerah dalam pemenuhan air bersih. Untung mengaku sampai saat ini belum meminta bantuan.
Namun dalam beberapa waktu nanti pasti dia berkoordinasi ke pemerintah. Dalam hal ini ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bintan agar lapas ini juga dapat disalurkan air bersih.
“Kita usahakan sendiri dulu. Tapi kalau sudah urgen maka kita akan meminta bantuan pemerintah daerah,” ucapnya.
Penulis:Hasura
Editor :Redaksi










