Lapas Umum Tanjungpinang Uji Coba Tanam Padi Gogo di Lahan Bauksit untuk Dukung Ketahanan Pangan

Kalapas Umum Kelas IIA Tanjungpinang Untung Cahyo Sidharto bersama jajarannya serta WBP melakukan uji coba menanam Padi Gogo di lahan bauksit SAE Lapas.
Kalapas Umum Kelas IIA Tanjungpinang Untung Cahyo Sidharto bersama jajarannya serta WBP melakukan uji coba menanam Padi Gogo di lahan bauksit SAE Lapas.

PRESMEDIA.ID– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Umum Kelas IIA Tanjungpinang melakukan uji coba penanaman Padi Gogo di lahan bauksit yang berada di sekitar kawasan lapas.

Sebanyak 10 kilogram benih Padi Gogo telah disemai dan akan ditanam di Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) milik lapas.

Kepala Lapas Kelas IIA Tanjungpinang, Untung Cahyo Sidharto, menjelaskan bahwa uji coba ini dilakukan setelah pihaknya sukses menanam berbagai jenis tanaman lain di lahan bauksit.

“Kami sudah menanam banyak jenis tanaman seperti sayuran, jagung, terong, timun, cabai, dan lainnya. Kini kami ingin mencoba menanam padi Gogo untuk melihat potensi hasilnya di lahan bauksit,” ujar Untung, Senin (3/11/2025).

Menurut Untung, meskipun lahan bauksit sudah berhasil diolah menjadi area perkebunan, dirinya masih ingin bereksperimen dengan tanaman baru. Ide untuk menanam padi muncul setelah mencari referensi varietas yang cocok untuk lahan kering.

“Dari berbagai sumber yang kami pelajari, Padi Gogo dinilai cocok ditanam di lahan sekitar lapas karena tahan terhadap kekeringan,” jelasnya.

Benih Padi Gogo asal Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi pilihan utama. Sebanyak 10 kilogram benih disemai di lahan seluas 3 are, dengan target panen sekitar 300 kilogram padi dalam waktu tiga bulan.

Jenis Padi Gogo dikenal dapat tumbuh di lahan kering tanpa membutuhkan pengairan teknis seperti sawah. Varietas ini menjadi solusi untuk memperluas areal tanam padi di wilayah dengan keterbatasan air.

Penanaman ini juga melibatkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang telah memenuhi syarat program asimilasi kerja di luar tembok lapas.

“Selain untuk mendukung program ketahanan pangan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan bagi warga binaan sekaligus pemanfaatan lahan agar tetap produktif,” tambahnya.

Selain sektor pertanian, Lapas Tanjungpinang juga mengembangkan peternakan, mulai dari budidaya ikan, lobster, hingga pengembangan kambing.

“Kami akan terus memperluas program ketahanan pangan melalui berbagai kegiatan pertanian dan peternakan. Harapannya, manfaatnya dapat dirasakan warga binaan dan masyarakat sekitar,” tutup Untung.

Penulis:Hasura
Editor:Redaksi

Sanggahan, koreksi, atau Hak Jawab sesuai UU Pers No. 40/1999 melalui email Redaksi presmedia.id: redaksi.presmed@gmail.com