
PRESMEDIA.ID– Sejumlah orang tua siswa SD dan SMP di Tanjungpinang, mengeluhkan menu program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima anak-anak mereka selama bulan Ramadhan seperti jajanan cemilan.
Menu yang dibagikan, terdiri dari empat item, yakni roti bungkus, telur, buah apel, dan susu kotak. Para orang tua menilai menu tersebut lebih menyerupai camilan dibandingkan makanan bergizi lengkap.
Junita, salah satu orang tua siswa SD, mengatakan, anaknya menerima menu tersebut disekolah yang dibagikan sejak awal Ramadhan.
“Harusnya mitra pengelola dapat memberikan menu yang lebih bergizi, tidak hanya seperti cemilan atau jajanan anak-anak,” ujarnya.
Orang Tua Pertanyakan Anggaran MBG per Porsi
Selain komposisi menu, orang tua juga mempertanyakan transparansi anggaran MBG.
Mereka menilai dengan alokasi Rp10 ribu per porsi, sangat tidak sebanding dengan empat item makanan yang diterima siswa.
Salah satu orang tua menyebutkan, selain Rp10 ribu untuk bahan makanan, terdapat juga biaya pengelolaan sekitar Rp3 ribu dan operasional mitra Rp2 ribu.
Keluhan serupa disampaikan Abuin, orang tua siswa SMA di Tanjungpinang. Ia mengatakan anaknya bahkan menerima tiga porsi sekaligus dalam satu hari karena sebelumnya tidak dibagikan.
“Anak saya kemarin sekali menerima dapat tiga porsi, katanya karena hari sebelumnya tidak dibagi, jadi dirapel,” ungkapnya.
Orang Tua Pertanykan Menu MBG ke SPPG

Merasa kurang puas, Junita mendatangi kantor Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Basuki Rahmat, Bukit Bestari, Tanjungpinang untuk mempertanyakan menu MBG yang diterima anaknya.
Ia mempertanyakan, apakah empat item menu tersebut benar-benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam program MBG Presiden Prabowo Subianto itu.
“Apakah empat item menu ini sudah sesuai dengan program pemerintah dengan biaya Rp10 ribu?,” katanya.
SPPG: Menu MBG Sesuai Standar BGN
Menanggapi keluahan osrang tua siswa ini, Penanggung Jawab SPPG Basuki Rahmat, Siti Bayu, mengatakan, bahwa menu MBG yang dibagikan ke siswa paud, SD dan SMP itu sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN).
Menurutnya, perubahan menu dari makanan basah menjadi makanan kering selama Ramadhan mengacu pada Surat Edaran Kepala BGN.
“Ada surat dari BGN yang menentukan empat item menu. Untuk jenis makanan ditentukan SPPG sesuai arahan ahli gizi,” jelasnya.
Siti Bayu juga mengatakan, bahwa anggaran per porsi berbeda sesuai jenjang usia siswa.
Untuk Balita, PAUD dan kelas 1–3 SD katanya biaya Maenu adalah Rp8.000 per porsi.
Sedangkan Kelas 4–6 SD dan SMP biaya menunya Rp10.000 per porsi.
Dengan anggaran itu, Ia mengatakan, jika seluruh menu telah diukur dan ditimbang sesuai standar BGN.
“Buah yang diberikan minimal 70 gram, sementara kandungan protein, karbohidrat, dan serat telah disesuaikan dengan kebutuhan gizi seimbang,” katanya.
Ditempat yang sama Ahli gizi SPPG Bukit Bestari, Adinda Wahyu, menambahkan bahwa selama Ramadhan menu dikemas dalam bentuk makanan kering yang praktis dan tetap memenuhi unsur gizi, seperti, Karbohidrat dari roti (pengganti nasi), Protein hewani dari telur atau abon serta serat dan vitamin dari buah serta nutrisi dari susu.
“Menu selama bulan puasa ini merupakan paket kemasan makanan sehat sesuai petunjuk teknis BGN,” jelasnya.
SPPG juga menyebutkan, bahan makanan yang digunakan dalam program MBG dibeli dari pelaku UMKM lokal sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sedangkan SPPG Bukit Bestari menyalurkan MBG untuk 1,875 anak sekolah dan jika ditambahkan dengan tenaga pendidik dan diposyandu jumlahnya sebanyak 2180 orang.
Penulis:Roland
Editor :Redaktur













