
PRESMEDIA.ID– Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali mewacanakan pengalokasian anggaran untuk program seragam gratis bagi siswa SMA dan SMK dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027.
Wacana pengalokasian anggaran ini, dikatakan Wakil Gubrnur Kepri Nyanyang Haris Pratamura setelah pada APBD 2026, Pemerintah Provinsi Kepri meniadakan alokasi anggaran program seragam gratis bagi siswa SMA dan SMK di Kepri.
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, mengatakan, program tersebut masih dalam tahap pembahasan anggaran. Pemerintah Provinsi Kepri berharap alokasi dana untuk pengadaan seragam gratis dapat direalisasikan dengan tetap menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.
“Pembahasan anggaran APBD 2027 masih berlangsung, Mudah-mudahan anggarannya ada karena kita kan sedang sesuaikan anggarannya dengan kapasitas fiskal,” kata Nyanyang, Rabu (7/10/2026).
Ia juga mengatakan, kepastian program seragam gratis sangat bergantung pada kapasitas fiskal pemerintah daerah.
Nyanyang menjelaskan, Pemprov Kepri sebelumnya telah mengalokasikan sekitar Rp9 miliar pada 2025 untuk mendukung kebutuhan pendidikan bagi sekitar 39 ribu siswa SMA dan SMK di wilayah Kepulauan Riau.
Menurutnya, alokasi tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung sektor pendidikan, di luar kewajiban pengalokasian anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBD sesuai ketentuan perundang-undangan.
Dengan adanya tambahan anggaran untuk pengadaan seragam gratis, alokasi belanja pendidikan di Kepri disebut dapat mencapai lebih dari 21 persen.
“Dengan penambahan anggaran untuk pengadaan seragam gratis bagi siswa SMA dan SMK ini telah lebih 21 persen. Tapi memang anggaran di Dinas Pendidikan itu kebanyakan adalah gaji PPPK dan kegiatan-kegiatan lainnya,” jelasnya.
Besarnya porsi anggaran pendidikan tersebut tidak seluruhnya digunakan untuk program baru. Sebagian besar anggaran di Dinas Pendidikan juga terserap untuk kebutuhan belanja pegawai, khususnya gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), serta berbagai program dan kegiatan pendidikan lainnya.
Karena itu, pemerintah harus menyesuaikan kembali rencana pengadaan seragam gratis dengan kondisi fiskal daerah dalam penyusunan APBD Kepri 2027.
Program seragam gratis diharapkan dapat membantu meringankan beban orang tua siswa, khususnya dalam memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah.
Selain rencana pengadaan seragam gratis, Pemprov Kepri juga masih menghadapi kebutuhan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan.
Nyanyang mengatakan, masih terdapat sejumlah SMK di Kepri yang belum memiliki ruang kelas yang memadai. Pembangunan ruang kelas baru karena itu tetap menjadi salah satu prioritas pemerintah.
“Kita prioritaskan untuk sesegera mungkin membangun ruang kelas yang baru,” tutupnya.
Penulis :Roland
Editor :Redaktur
Sanggahan, koreksi, atau Hak Jawab sesuai UU Pers No. 40/1999 melalui email Redaksi presmedia.id: redaksi.presmed@gmail.com









