Pemprov Kepri Kembali Wacanakan Bangun Monument Bahasa di Penyengat

Plt.Gubernur Kepri Isdianto saat diwawancarai wartawan
Plt.Gubernur Kepri Isdianto saat diwawancarai wartawan

PRESMEDIA.ID,Tanjugpinang- Kendati saat ini 3 tersangka Korupsi Proyek Monumen Bahasa Melayu Tahun 2014 yang menelan dana Rp 12,5 milliar dari APBD, sedang diproses Polda Kepri. Pemerintah provinsi Kepri menyatakan, akan kembali membangun Monumen Bahasa di Penyengat. Pembenahan dan pembangunan Monumen Tugu Bahasa di Pulau Penyengat itu dikatakan Plt.Gubernur Kepri Isdianto akan dialokasikan pada APBD 2021 mendatang.

Untuk Pembenahan dan pembangunan Monumen Tugu Bahasa, 2021 akan kembali kita anggarkan di APBD,”kata Plt Gubernur Kepri Isdianto, Senin,(30/9/2019).

Pembangunan Monumen Tugu Bahasa, dikatakan Isdianto, menjadi bagian dari pembenahan pulau Penyengat yang kini telah resmi ditetapakan menjadi pulau Perdamaian Dunia. Dan Monumen Bahasa yang nantinya akan dibangun di pulau Penyengat itu, menjadi simbol pulau Penyengat sebagai sumber bahasa ibu, Bahasa Indonesia sebagai bahasa Pemersatu Indonesia.

“Untuk 2020 kita tidak bisa mengerjakan, dikarenakan tahun itu banyak pengerjaan yang harus diselesaikan. Atas dasar itu, pembangunanya digeser ke tahn 2021,”ujarnya.

Dijelaskan Isdianto, Monumen Bahasa yang akan akan dibangun, nantinya akan menjadi Musium tentang pulau Penyengat, dan pulau penyengat akan menjadi destinasi wisata bagi wisatawan negara luar yang akan berkunjung. “Yang jelas 2020 pembenahan Jalan di pulau penyengat akan segera kita selesaikan begitu juga situs Yang ada mulai kita benahi,”sebutnya.

Sementara itu Walikota Tanjugpinang, Syahrul mengatakan, tahun 2020 Pemerintah kota akan fokus melakukan rehabiliatsi saraba jalan di Penyengat. Hingga wisatawan yang datang ke daerah tersebut merasa nyaman berjalan menuju situs-situs sejarah di pulau itu.

“Kemarin Presiden Perdamaian Dunia, juga mengatakan akan membawa duta besar di negara negara komite perdamaian kesini (Penyengat) , maka dari itu kita akan konsen untuk pembenahanya,”ujar Syahrul. (Presmed7)