Pemprov Kepri Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 5,33 persen dan Kemiskinan 4,25 persen 2026

Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kepri Tahun 2025, di Balairung Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Selasa (27/5/2025). (Foto: Diskominfo Kepri)
Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kepri Tahun 2025, di Balairung Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Selasa (27/5/2025). (Foto: Diskominfo Kepri)

PRESMEDIA.ID – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,33 persen dan penurunan angka kemiskinan 4,25 persen pada tahun 2026.

Target ini disampaikan oleh Gubernur Kepri Ansar Ahmad dalam pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kepri Tahun 2025, di Balairung Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Selasa (27/5/2025).

Target ini dirumuskan berdasarkan capaian dan tantangan pembangunan tahun sebelumnya, serta upaya Pemprov Kepri untuk mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Selain pertumbuhan ekonomi dan pengurangan kemiskinan, Gubernur Ansar juga mengungkapkan, beberapa indikator target makro lainnya untuk tahun 2026.

Selain target pertumbuhan ekonomi dan penurunan kemiskinan, pemerintah provinsi Kepri dibawah kepemimpinan Ansar-Nyanyang juga menargetkan, PDRB Per Kapita sebesar Rp 169,22 juta.

Indeks Modal Manusia (IMM) sebesar 0,61 dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 6,47 persen atau naik dari 6,39 persen berdasarkan data Agustus 2024.

Sedangkan Indeks Gini ditargetkan 0,346 persen.

Tiga Prioritas Pembangunan Kepri Tahun 2026

Untuk mencapai target tersebut, Gubernur Ansar menegaskan bahwa pembangunan Kepri pada tahun 2026 akan difokuskan pada tiga prioritas utama, yaitu:

Untuk mencapai target tersebut, Gubernur Ansar menegaskan bahwa pembangunan Kepri pada tahun 2026 akan difokuskan pada tiga prioritas utama, yaitu:

1.Akselerasi Ekonomi Maritim dan Investasi Berkelanjutan dengan fokus pada pengelolaan potensi maritim, pengembangan pariwisata, ekonomi kreatif, industri, perdagangan, pertanian, kelautan, serta pemberdayaan UMKM yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

2.Penguatan Infrastruktur dan Konektivitas Antar Wilayah melalui pembangunan jalan, pelabuhan, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), transportasi publik, dan program “Kepri Terang”, untuk meningkatkan aksesibilitas dan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kepri.

3.Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Digitalisasi Layanan Publik yang mencakup program beasiswa, peningkatan pelayanan kesehatan, pelestarian budaya Melayu, transformasi digital layanan publik, serta insentif untuk masyarakat desa dan pelaku lokal.

Gubernur Ansar menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan dukungan seluruh elemen masyarakat dalam merealisasikan visi pembangunan 2026.

Penulis: Presmedia
Editor : Redaksi