
PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Bahan Bakar Minyak (BBM) resmi naik mulai pukul 14.30 WIB, Jumat (3/8/2022).
Namun sebelum diumumkan naik, sejumlah SPBU di Tanjungpinang sudah diserbu antrean sepeda motor dan mobil sejak pagi. Akibatnya kemacetan pun tak bisa dihindarkan disejumlah ruas jalan
Hal itu terlihat seperti di SPBU PT. Energi Sejahtera jalan Ir. Sutami Kota Tanjungpinang. Antrean untuk mengisi bensin sebelum kenaikan mengular baik kendaraan roda dua dan empat di SPBU hingga ke badan jalan.
Akibatnya, pengawas SPBU PT. Energi Sejahtera, Rio mengatakan bahwa pihaknya terpaksa menutup antrean SPBU karena mendapat informasi kenaikan BBM.
“Jika dibuka maka nantinya akan menyebabkan kemacetan, karena antrean yang panjang. Maka dari itu, Kita tutup antrean karena 30 menit lagi sekitar pukul 14.30 WIB, BBM resmi akan naik hari ini,” ujar Rio saat mengatur lalu lintas.
Ia menyampaikan saat ini untuk stok BBM masih cukup untuk di SPBU ini.
Namun saat ditanya harga jenis BBM yang akan naik apa saja, Rio menyampaikan bisa dilihat langsung diharga yang tertera di menara SPBU.
Jika dilihat daftar harga perliternya di menara SPBU Pertamax /Turbo 98 Rp. 16.600, Pertamax 92 Rp15.200, Bio Solar Rp 6.800 dan Pertalite 10.000.
Di tempat yang sama, salah satu warga Martono mengatakan sangat keberatan dengan keputusan pemerintah yang menaikan BBM.
“Kalau harga Petralite naik, jadi Rp 10 ribu sangat berat, kalau bisa naiknya jangan tinggi-tinggi,”ucapnya.
Martono menyebutkan sangat kecewa selain naik, ia yang akan melanjutkan aktifitasnya untuk berkerja dengan sepeda motornya tiba-tiba kaget melihat SBPU yang tutup.
“Saya tak tau kalau naik jam 14.30 WIB, saya mau isi saja karena habis. Tau taunya ditutup karena ada kenaikan harga,”jengkelnya.
Penulis ; Roland
Editor. : Redaksi









