
PRESMEDIA.ID– Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menargetkan pengembangan kawasan budidaya rumput laut seluas 10 ribu hektare di Kabupaten Lingga.
Program ini diproyeksikan menjadi motor baru penggerak ekonomi masyarakat pesisir dan nelayan lokal di Kepri.
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura mengatakan, pihaknya akan meninjau langsung kesiapan kawasan budidaya rumput laut di Lingga menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
“Besok sore saya ke Lingga dan salat Idul Adha di sana, sekalian melihat langsung lokasi budidaya rumput laut yang menjadi pilar ekonomi baru Kepri,” kata Nyanyang, Senin (25/5/2026).
Nyanyang menjelaskan, program yang diusulkan ke kementerian tersebut akan dijalankan secara bertahap hingga mencapai luas 10 ribu hektare.
Saat ini, sekitar 500 hektare lahan disebut sudah siap dikelola untuk tahap awal pengembangan.
Dalam skema yang disiapkan, setiap kepala keluarga (KK) nelayan akan mengelola dua hektare lahan rumput laut produktif dengan masa panen sekitar 45 hingga 60 hari.
“Panen per hektare bisa mencapai 5 ton. Jadi kalau mengelola dua hektare, satu KK nelayan diperkirakan bisa memperoleh penghasilan sekitar Rp8 juta sampai Rp10 juta per bulan,” jelasnya.
Hasil Rumput Laut Disiapkan untuk Ekspor dan Industri
Selain pengembangan budidaya, Pemprov Kepri juga menyiapkan skema hilirisasi industri bersama sektor swasta untuk menyerap seluruh hasil produksi nelayan.
Hasil panen rumput laut nantinya akan dipasarkan untuk kebutuhan ekspor hingga bahan baku industri.
“Pasar dari hulu ke hilir sudah kita siapkan. Hasil panennya akan diserap untuk komoditas ekspor, bahan baku kosmetik, obat-obatan, hingga industri tepung olahan,” tutupnya.
Penulis:Roland
Editor :Redaktur













