Bawaslu Kepri Sebut, Pleno Rekapitulasi Pilgub Kepri Tidak Ada Masalah

Anggota Komisioner Bawaslu Kepri Indrawan
Anggota Komisioner Bawaslu Kepri Indrawan

PRESMEDIA,ID, Tanjungpinang- Anggota Bawaslu Provinsi Kepri Indrawan Susilo Prabowoadi menyebut, secara keseluruhan proses pleno rekapitulasi Pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kepri yang dilakukan KPU, berjalan baik daan tidak ada permasalahan.

Sepanjang rapat Pleno, lanjut Indrawan sejumlah permasalahan administrasi yang timbul, juga dapat diperbaikai KPU sesuai dengan proses administrasi.

“Masalah yang timbul hanya bersifat administratif, dan karena sifatnya administratif, maka dipulihkannya secara administratif juga, secara teori kan seperti itu,”kata Indrawan usai mengikuti Pleno rekapitulasi hasil pemilihan gubernur yang dilaksanakan KPU Kepri Sabtu (19/12/2020).

Kalaupun nanti ada selisih dan perbedaan jumlah, maka lanjut Indrawan, sesuai mekanisme akan diperhitungkan ulang sesuai dengan lokasi dimana letak permasalahan tersebut.

“Yang saya amati di pleno ini, hanya kesalahan-kesalahan input, dan itu mampu di jelaskan dan di buktikan oleh teman-teman di Kabupaten dan Kota. Dan tinggal dilakukan perbaikan di tingkat provinsi, itu sifatnya hanya salah input saja,”demikian Indrawan.

Sebelumnya, saksi pasangan calon (paslon) nomor urut 1 dan 2, Soerya Respationo-Iman Sutiawan (Sinergi) dan Isdianto-Suryani (Insani) menolak hasil pleno rekapitulasi suara tingkat provinsi Kepri pada Pilkada 2020.

Penolakan kedua saksi itu, ditandai dengan penolakan menandatangani Berita Acara (BA) hasil pleno rekapitulas perolehan suara yang dilakukan KPU Kepri.

Dalam Pleno tersebut, KPU menyatakan paslon nomor urut 3 Ansar Ahmad-Marlin Agustina, yang menjadi pemenang pada Pilkada Kepri 2020.dengan dukungan suara tertinggi yakni sebanyak 308.553 suara atau sebesar 39,97 persen.

Pasangan yang didukung oleh empat partai politik (parpo) yakni, Golkar, NasDem, PPP, dan PAN tersebut unggul di 5 kabupaten/kota. Diantaranya, Kota Tanjungpinang sebanyak 49.921 suara dari 92.825 pemilih. Kemudian, Kabupaten Bintan 54.050 suara dari 87.095 pemilih yang memberikan hak pilihnya.

Lalu, Kabupaten Anambas dengan memperoleh dukungan sebanyak 12.135 suara dari jumlah pemilih yang berpartisipasi sebanyak 26.502 orang. Berikutnya di Kabupaten Lingga, mereka meraup 26.560 suara dari 57.231. Sedangkan di Natuna dari 46.196 pemilih, mereka meraih dukungan sebanyak 18.929.

Sementara, untuk Kota Batam dan Kabupaten Karimun, Mantan Bupati Bintan itu dinyatakan kalah. Dengan perolegan suara 110.980 dari 377.388 pemilih di Batam. Sementara di Karimun, Ansar-Marlin meraih 49.921 suara dari 113.663 pemilih yang berpartisipasi.

Selain itu, di posisi kedua diraih oleh paslon nomor urut 2 Isdianto-Suryani, dengan perolehan 280.160 suara, sedangkan paslon nomor urut 1, Soerya-Iman, meraih dukungan 183.317 suara.

Menanggapi hal itu, Ketua Tim Pemenangan Ansar-Marlin, Ade Angga mengatakan, hasil Pleno KPU Provinsi Kepri sesuai dengan hasil Pleno KPU Kabupaten/Kota. Dengan berakhirnya Pleno ini, tentu Pemenang Pilkada Kepri sudah ditetapkan, yakni pasangan Ansar-Marlin.

“Dengan hasil ini, kita juga siap untuk menghadapi gugatan pihak manapun. Kemenangan ini adalah kemenangan masyarakat Provinsi Kepri tentunya. Terima kasih kepada masyarakat untuk sudah memberikan dukungan untuk mengantarkan Ansar-Marlin menjadi Gubernur Kepri pada Pilkada 9 Desember 2020 lalu,”ujar Ade Angga.

Penulis:Ismail