Bertemu Gubernur, Kanwil Bea Cukai Sebut, Kepri Pintu Masuk Penyelundupan

Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat menerima Rombongan Kanwil DJBC Kepri di Kantor Gubernur Kepri.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat menerima Rombongan Kanwil DJBC Kepri di Kantor Gubernur Kepri.

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Bertemu dengan gubernur Kepri, Kakanwil DJBC Kepri Akhmad Rofiq memaparkan sejumlah tugas dan fungsi Bea Cukai bagi Negara khususnya wilayah Kepulauan Riau.

Kunjungan pertama Kanwil DJBC Kepri yang baru dilantik ini didampingi Kepala Kantor Bea Cukai Batam Ambang Priyonggo dan Kepala Kantor Bea Cukai Tanjungpinang Syahirul Alim dan jajarannya.

Dalam kunjungan silaturahmi itu, Rofik dan jajarannya menyampaikan bahwa Kepri menjadi salah satu pintu masuk penyelundupan.

Yang menjadi perhatian khusus adalah yang berkategori high risk seperti narkoba dan senjata. Serta komoditas-komoditas seperti benih lobster,” kata Rofiq di ruang kerja Gubernur, Dompak, Selasa (31/8/2021)

Pada kesempatan tersebut, Rofiq juga memaparkan tugas DJBC secara umum sebagai aparat fiskus Kementerian Keuangan. Dengan salah satu tugasnya mengumpulkan penerimaan negara.

Sementara itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menekankan bahwa dalam situasi pandemi seperti saat ini, tugas-tugas percepatan penanganannya merupakan kerja bersama. Bukan kerja masing-masing pemda atau instansi vertikal.

“Seperti halnya Pemprov Kepri dengan Kanwil Dirjen Bea dan Cukai Khusus Kepri. Kolaborasi amat diperlukan untuk mempercepat pemulihan ekonomi” kata Gubernur Ansar saat menerima audiensi Kakanwil DJBC Khusus Kepri,

Gubernur Ansar berterima kasih dan mengapresiasi inisiasi Kakanwil DJBC Kepri atas upaya menyambung sinergi yang selama ini telah terjalin.

Mudah-mudahan dengan sinergi yang baik dan terus menerus ini semua upaya percepatan penanganan Covid-19 di Kepri dapat diselesaikan dengan baik,” ucap Gubernur Ansar.

Gubernur Ansar pun berharap ke depannya upaya-upaya penutupan pelabuhan-pelabuhan tikus di Kepri dapat dimaksimalkan dengan adanya kolaborasi ini.

“Ini memerlukan gerakan dan upaya besar, serta dukungan dari Kemenkeu khususnya DJBC Kepri. Kalau perlu nanti akan kita bentuk satgas” ungkapnya.

Kemudian Gubernur Ansar berbicara soal kedaulatan maritim di Kepri. Kaitannya dengan wilayah Kepri yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura.

“Dengan posisi kita, resistensi terhadap kejahatan-kejahatan internasional perlu menjadi perhatian khusus. Seperti perdagangan manusia, juga penyelundupan narkoba. Perlu upaya-upaya khusus pula untuk menanganinya” pungkasnya.

Penulis :Redaksi
Editor. :Redaksi