
PRESMEDIA.ID– Event internasional Bintan Regatta kembali digelar untuk keempat kalinya di kawasan pariwisata Lagoi, Kabupaten Bintan, Jumat (3/4/2026).
Ajang tahunan ini menghadirkan kompetisi kapal layar internasional yang diikuti para yachter dari berbagai negara.
Tidak hanya itu, kemeriahan juga dilengkapi dengan Festival Jong, tradisi pacu perahu layar kayu khas masyarakat pesisir Melayu yang diikuti ratusan peserta dari dalam dan luar negeri.
Salah satu momen menarik datang dari yachter asal Amerika Serikat, David Steel, yang menjadi peserta pertama tiba di Marina Bintan Resorts, Lagoi.
Menggunakan kapal layar bernama Dot Dot Dot, David bersama dua rekannya tiba sekitar pukul 15.00 WIB setelah berlayar dari Singapura.
Kedatangan mereka disambut hangat oleh manajemen Bintan Resorts, pemerintah daerah, serta unsur keamanan, lengkap dengan penghargaan dan cinderamata.
Kompetisi Internasional dengan Beragam Kelas
Chief Operating Officer Bintan Resorts, Abdul Wahab, menjelaskan bahwa Bintan Regatta tahun ini tetap mempertandingkan dua kelas utama, yaitu, Keelboat PY Division dan Multihull Division.
Perlombaan sendiri akan berlangsung selama dua hari, dengan total enam tahapan yang harus diselesaikan para peserta.
Tahun ini juga diperkenalkan konsep baru bertajuk Passage Race, di mana peserta yang lebih cepat mencapai garis akhir di Marina Bintan Resorts akan mendapatkan apresiasi khusus.
Peserta berasal dari berbagai negara, seperti Polandia, Irlandia, Prancis, Australia, Singapura, China, hingga Indonesia.
Pesona Bintan Bikin Yachter Ingin Kembali

Bagi David Steel, ini bukan kali pertama dirinya mengunjungi Bintan. Namun, pesona pulau ini tetap memberikan kesan mendalam.
Ia mengaku sangat terkesan dengan Keindahan pantai dan alam serta fasilitas wisata yang lengkap di Lagoi. Demikian juga dengan dermaga yang bersih, rapi, dan nyaman.
“Kami akan berlomba sekaligus menikmati semuanya di sini. Kami pasti akan kembali lagi untuk menjelajahi Bintan,” ujarnya.
Lomba Handalkan Angin dan Strategi
Head Commercial Bintan Resorts, Raja Azmizal Usman, menjelaskan bahwa lomba kapal layar ini menuntut kemampuan tinggi dari para peserta.
Tanpa mesin, para yachter sepenuhnya mengandalkan, Arah dan kekuatan angin, Strategi navigasi dan Ketahanan fisik.
Hal ini lanjutnya, menjadikan perlombaan tidak hanya menarik, tetapi juga penuh tantangan.
Festival Jong dan Jamuan Budaya Lengkapi Pengalaman
Setelah usai perlombaan, para tamu peserta juga disuguhkan pengalaman budaya khas Bintan.
Sejumlah suguhan budaya itu mulai dari, Jamuan makan malam, Hiburan musik dan tari Melayu serta Festival Jong sebagai atraksi budaya utama.
Rangkaian acara ini akan ditutup dengan penyerahan hadiah pada Minggu, sekaligus menandai berakhirnya event internasional tersebut.
General Manager Changi Sailing Club Singapura, Choy Yi Hong, menyampaikan, kolaborasi dengan Bintan Resorts menjadi langkah penting dalam memperkenalkan Bintan Regatta ke komunitas kapal layar dunia.
Beberapa komunitas kapal layar seperti Soluna, Oojoo, Skybird, dan Summer Breeze rutin berpartisipasi dalam event ini.
Menurutnya, keunikan Festival Jong menjadi daya tarik tersendiri yang membuat peserta ingin kembali setiap tahun.
Dukungan Pemerintah untuk Pariwisata Bahari
Pemerintah turut memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan event ini.
Penasihat Khusus Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof.Dr.Marsetio, menyatakan, optimisme terhadap perkembangan event ini ke depan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Hasan, menilai Bintan Regatta mampu menjadi magnet wisata yang kuat.
Dengan target 2,7 juta kunjungan wisatawan ke Kepri pada 2026, event seperti ini dinilai strategis dalam meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara maupun domestik.
Selain itu, integrasi unsur budaya seperti Festival Jong juga memperkuat identitas dan daya tarik pariwisata daerah.
Pemerintah juga mendorong pelaku industri pariwisata, termasuk ASITA dan HPI, untuk memanfaatkan momentum ini dengan menyusun paket wisata yang menarik.
Harapannya, Bintan Regatta tidak hanya menjadi ajang olahraga internasional, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan promosi budaya yang lebih luas bagi Kepulauan Riau.
Penulis:Hasura
Editor :Redaksi







