
PRESMEDIA.ID– Capaian Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) hingga saat ini baru mencapai sekitar 40 hingga 50 persen dari target tahunan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri, Mohammad Bisri, mengatakan capaian tersebut masih tergolong cukup baik jika dibandingkan dengan target yang ditetapkan untuk satu tahun.
Meski demikian, pelaksanaan CKG di sejumlah daerah masih menghadapi kendala, terutama keterbatasan sarana, prasarana, dan tenaga kesehatan di sejumlah puskesmas.
CKG Kepri Sudah Menjangkau 2,2 Juta Jiwa
Bisri mengatakan, pelaksanaan Program CKG di Kepri sejauh ini telah menjangkau lebih dari 2,2 juta jiwa masyarakat di seluruh wilayah Kepulauan Riau.
Untuk memperluas cakupan layanan, petugas kesehatan juga melakukan pendekatan jemput bola dengan mendatangi masyarakat secara langsung. Program tersebut turut menyasar anak usia dini dan pelajar di sekolah.
“Untuk pelaksanaan CKG di Kepri sampai saat ini telah mencakup lebih dari 2,2 juta jiwa penduduk di seluruh wilayah Kepulauan Riau. Petugas kesehatan secara aktif datang langsung ke warga untuk melakukan pengecekan pada anak usia dini dan sekolah dalam menggalakkan program ini,” kata Bisri kepada media belum lama ini.
Menurutnya, capaian CKG saat ini berada di kisaran 40 hingga 50 persen dan masih dalam kategori cukup baik terhadap target tahunan.
Hipertensi dan Diabetes Dominasi Temuan CKG
Dari pemeriksaan kesehatan yang telah dilakukan, Bisri mengungkapkan bahwa penyakit yang paling banyak ditemukan pada masyarakat Kepri adalah hipertensi dan diabetes.
Temuan tersebut menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam mendorong masyarakat agar lebih rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, terutama untuk mendeteksi penyakit sejak dini.
“Kita di 45 sampai 50 persenanlah, dengan keterbatasan alat dan tenaganya, baik pelayanan puskesmas maupun antusias masyarakat yang terus kita dorong,” kata Bisri, Kamis (3/9/2026).
Sarana dan Prasarana Puskesmas Masih Menjadi Kendala
Bisri mengakui, belum meratanya sarana dan prasarana di sejumlah puskesmas menjadi salah satu kendala dalam meningkatkan cakupan CKG di Kepri.
Selain keterbatasan fasilitas dan tenaga kesehatan, tingkat kesadaran sebagian masyarakat untuk memeriksakan kesehatan ke puskesmas juga masih perlu ditingkatkan.
Karena itu, Dinkes Kepri terus mendorong strategi jemput bola dengan membuka layanan CKG di sejumlah titik yang mudah dijangkau masyarakat.
“Sehingga diperlukan strategi jemput bola melayani CKG di titik-titik tertentu guna mempermudah akses masyarakat,” pungkas Bisri.
Dengan strategi tersebut, pemerintah berharap cakupan Program CKG di Kepri dapat terus meningkat sekaligus membantu mendeteksi berbagai penyakit lebih awal di tengah masyarakat.
Penulis :Roland
Editor :Redaktur
Sanggahan, koreksi, atau Hak Jawab sesuai UU Pers No. 40/1999 melalui email Redaksi presmedia.id: redaksi.presmed@gmail.com











