
PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Ketua Umum HMI Cabang Tanjungpinang-Bintan M.Arifin mengatakan, Pelarangan menyatakan pendapat dimuka umum melalui aksi demo menjelang pelaksanaan pelantikan Presiden, merupakan kemunduran berpikir dalam negara Demokrasi.
Indonesia yang sudah lama merdeka dan mendeklarasikan diri sebagai negara Demokrasi, melalui konstitusi sangat menjamin hak setiap individu untuk menyampaikan pendapat dimuka umum.
“Tetapi kami juga bingung, entah siapa yang meninggal dunia, Hingga aksi unjuk rasa menyatakan pendapat dimuka umum-pun dilarang. Sebab sesuai etika, hanya pada saat ada orang yang meninggal dunia-lah, tidak pantas menyatakan pendapat atau melakukan aksi Demo,”ujarnya pada wartawan di Tanjungpinang,Jumat,(18/10/2019).
Larangan masyarakat dan Mahasiswa menyatakan pendapat dimuka umum melalui aksi Demo ini lanjutnya, merupakan praktek yang mengangkangi undang-undang kebebasan berpendepat serta mengekang hak konstitusi warga negara. “Hal ini justeru menggambarkan bentuk ingkonsisten negara, akademik kampus terhadap UU yang menjamin kebebasan berpendapat di negara demokrasi,”ujarnya.
Jika pelantikan Presdien yang menjadi alasan Demo dan unjuk rasa dilarang, M.Arifin mengaku heran dan sangat tidak masuk akal. Sebab menurutnya, mahasiswa berdemo untuk menyampaikan pendapatnya dimuka umum dan bukan mau mengkudeta pemerintahan yang sah.
Justeru kata dia, menyampaikan pendapat dan aspirasi kepada pemerintah itu sangat penting, hingga sejumlah janji-janji politiknya pada masyarakat diingat. Dan selama 5 tahun masa jabatanya nanti,l tidak habis begitu saja. “Maka wajar-wajar saja mahasiswa sebagai kaum intelektual hadir dan mengritisi,”katanya.
Sebalik-nya lanjut M.Arifin, Justru sangat berbahaya, ketika ada larangan menyatakan pendapat dimuka umum, Karna Mahasiswa sebagai kaum intelektual, mengerti dengan persoalan bangsa dan negara, mengerti rambu-rambu demonstrasi (menyampaikan pendapat). Dan seharunya, merekalah yang harus mengkritisi dengan nuansa damai dan intelektual.
“Jadi jangan menutup ruang berpendapat masyarakat terdidik dengan sikap yang memundurkan demokrasi, karna itu jelas kemunduran berfikir dan gambaran suram di negara demokrasi,”katanya.
Penulis;Redaksi












