
PRESMEDIA.ID, Bintan – Satreskrim Polres Bintan berhasil gagalkan 23 Pekerja Imigran Indonesia (PMI) atau TKI yang berangkat ke Malaysia melalui jalur gelap alias ilegal di salah satu pelabuhan di Tanjung Uban, Kecamatan Bintan Utara.
Sebelum dilakukan pemeriksaan, 23 TKI tersebut menjalani rapid test antigen. Hasilnya 5 orang dinyatakan positif covid-19. Sementara 18 orang lainnya negatif.
Kasatreskrim Polres Bintan AKP Dwihatmoko Suseno mengatakan pihaknya telah mengamankan puluhan TKI yang akan diberangkatkan secara ilegal ke Malaysia melalui pelabuhan di Tanjung Uban.
“Iya ada kita amankan kemarin, Selasa (67/2021). Mereka dibawa ke Mako Polres Bintan dan kasus ini dalam penyelidikan,” ujar Dwihatmoko, Kamis (8/7/2021).
Salah seorang TKI asal Lombok Timur, Muslimin mengaku dirinya memberanikan diri untuk berangkat ke Malaysia karena ingin merubah nasib.
“Saya tak ada pengalaman apa-apa untuk kerja di Negeri Jiran itu. Tapi setelah saya cari tau ke orang-orang di kampung yang pernah kesana akhirnya saya beranikan diri berangkat,” katanya.
Dia berkeinginan ke Malaysia karena dijanjikan oleh penyalur dengan mengiming-imingi gaji 1.000 Ringgit Malaysia perbulan. Kerjaannya adalah di perkebunan.
Akhirnya pria berusia 20 tahun ini menyewakan lahan seluas 10 are miliknya dan mendapatkan uang Rp 9 juta. Berbekal uang sewa Rp 9 juta itu dia beranikan diri untuk berangkat mulai dari beli tiket transportasi dari Lombok-Bintan, makan dan menuju Malaysia.
“Angan-angan saya kerja disana 2 sampai 3 tahun. Sudah terkumpul uang banyak barulah pulang ke kampung lagi karena di kampung lagi susah,” ucapnya.
Hal yang senada juga dikatakan Senir. Wanita berusia 36 tahun asal Lombok Tengah yang diamankan polisi bersama lainnya juga nekat pergi ke Malaysia seorang diri.
Ibu dari dua orang anak ini nekat pergi karena ingin menyusul suaminya yang sudah dulu bekerja di salah satu perkebunan di negeri Jiran tersebut.
“Suami saya sudah di Malaysia. Jadi saya mau ke tempat dia dan bekerja disana juga,” sebutnya.
Kepergiannya ke Malaysia bukan sekali ini. Tetapi dia sudah berulang kali melalui jalur ilegal dan selalu berhasil lolos. Namun kali ini nasibnya beda, dia bersama puluhan lainnya gagal berangkat karena terlebih dahulu diamankan polisi.
“Ini yang kedua kalinya saya berangkat dan jalurnya juga sama. Saya ke Malaysia juga karena di kampung lagi susah dan perlu uang untuk menghidupkan anak-anak,” tutupnya.
Penulis:Hasura
Editor :Redaksi
Sanggahan, koreksi, atau Hak Jawab sesuai UU Pers No. 40/1999 melalui email Redaksi presmedia.id: redaksi.presmed@gmail.com












