BP2MI Tanjungpinang Benarkan, 11 WNI Tewas Tenggelam di Perairan Malaysia PMI Ilegal

BP2MI Tanjungpinang Benarkan, 11 WNI Tewas Tenggelam di Perairan Malaysia PMI Ilegal
Kondisi pencarian dan penyelamatan serta WNI yang ditemukan terdampar dan meninggal dunia. (Foto: Dok-Pengarah Maritim Johor).

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) membenarkan, Kapal yang tenggelam dan menewaskan 11 WNI di perairan Tanjung Balau kota Tinggi Johor Bahru, merupakan boat pancung pembawa Pekerja Migran Indonesia (PMI) Ilegal ke Malaysia.

Kepala Seksi Perlindungan PMI BP2MI Tanjungpinang Darman Sagala, mengatakan berdasarkan informasi yang diperoleh dari perwakilan di Malaysia, boat pancung yang membawa PMI Ilegal itu tenggelam karena dihantam ombak di perairan Malaysia.

“Pastinya hari ini kejadiannya tetapi belum dapat detailnya, TIM SAR Malaysia masih melakukan pencarian di TKP,” kata Darman saat dikonfirmasi PRESMEDIA.ID, Rabu (13/12/2021).

Darman menyampaikan, dari informasi sementara yang diperoleh, Boat pancung itu membawa 50 orang PMI Ilegal, diantaranya 11 orang telah ditemukan meninggal dunia.

“Sebanyak 7 orang laki dan 4 orang perempuan Meninggal dunia,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Darman, sebanyak 12 TKI telah berhasil diselamatkan, diantaranya 10 orang laki-laki dan 2 orang perempuan.

“Yang selamat ini semuanya telah diamankan di kantor TNI Malaysia,” ungkapnya lagi.

Sementara mengenai asal dan tujuan boat pancung TKI ilegal Darma mengatakan boat pancung itu dari Indonesia menuju masuk ke wilayah Malaysia.

“Yang jelas boat pancung itu berangkat dari Indonesia menuju Malaysia. Tapi untuk titik berangkatnya kita belum tahu pasti antara Batam dan Bintan,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan, untuk 11 orang korban yang meninggal dunia, hingga saat ini BP2MI belum mengetahui identitasnya karena saat ini masih dilakukan identifikasi.

Untuk pemulangannya nanti akan diidentifikasi dahulu setelah itu jika ada ahli warisnya di Indonesia maka  akan dipulangkan. Tetapi jika tidak ada, akan dikebumikan di Malaysia,” paparnya.

Hingga saat ini lanjutnya, BP2MI masih menunggu informasi detail kronologis kejadiannya dari perwakilan di Johor Bahru Malaysia

“Yang pasti orang-orang ini menggunakan boat pancung melalui pelabuhan tikus, Karena sampai saat ini pelabuhan resmi masih tutup,” tambahnya.

Sebelumnya dikabarkan sebuah kapal berbahan fiber yang mengangkut 60 Pekerja Migran Indonesia (PMI) illegal, tenggelam di Perairan Tanjung Balau kota Tinggi Johor Bahru Malaysia, sekitar pukul 04.30 Wib, Rabu (15/12/2021).

Penulis:Roland
Editor  :Redaksi