Harga Kebutuhan Pokok di Tanjungpinang Melonjak Jelang Idul Fitri, Pemerintah Gagal Stabilkan Harga

Sejumlah Bahan Pokok Naik, Dinas Perdagangan dan Kepolisian serta Instansi lain sidak di Pasar Bincen Tanjungpinang. (Foto: Roland/Presmedia.id)
Sejumlah Bahan Pokok Naik, Dinas Perdagangan dan Kepolisian serta Instansi lain sidak di Pasar Bincen Tanjungpinang. (Foto: Roland/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID – Harga sejumlah kebutuhan pokok menjelang hari Raya Idul Fitri di Kota Tanjungpinang mengalami lonjakan signifikan.

Pemerintah Kota Tanjungpinang dan Provinsi Kepulauan Riau belum berhasil menekan dan menstabilkan harga bahan pokok di pasaran.

Daging Sapi di Tanjungpinang Rp170, Santan Rp45 Ribu per Kilo

Berdasarkan pantauan di Pasar Bintan Center (Bincen) Kota Tanjungpinang, hampir seluruh kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga, hingga berdampak pada penurunan daya beli masyarakat.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga ini, adalah Daging sapi segar, dari sebelumnya Rp155 ribu naik menjadi Rp170 ribu per kilogram.

Kenaikan juga terjadi pada Santan kelapa, dari Rp30 ribu sebelumnya saat ini Rp40-42 ribu per kilogram. Daging ayam potong, dari Rp38 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram.

Cabai hijau, dari Rp44 ribu menjadi Rp48 ribu per kilogram. Sayur mayur, seperti buncis, terong, bayam, dan lainnya mengalami kenaikan Rp2-3 ribu per kilogram.

Sementara Ikan tongkol, dari Rp30 ribu sebelumnya saat ini naik Rp3,000,- menjadi Rp33 ribu per kilogram.

Kenaikan harga juga terjadi pada Cabai rawit yang saat ini Rp64 ribu per kilogram, Cabai merah Rp74 ribu per kilogram, Cabai nano Rp102 ribu per kilogram.

Pemerintah Akui Kenaikan Harga Namun Stok Katanya Aman

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Tanjungpinang, Riany, bersama pihak kepolisian dan tim yang turun langsung memantau harga bahan pokok, mengakui adanya lonjakan harga, terutama pada daging segar dan sayur-mayur saat ini.

Namun meskipun terjadi kenaikan harga, Riany mengatakan, stok bahan pokok masih tetap aman.

Ia juga menjelaskan, minimnya stok sapi di Tanjungpinang, menjadi penyebab, terjadinya kenaikan harga daging sapi.

“Stok sapi memang terbatas karena Tanjungpinang bukan daerah penghasil sapi. Sebagian besar pasokan daging sapi didatangkan dari Jambi,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi kenaikan harga yang lebih tinggi kaitannya, Pemerintah Kota Tanjungpinang dan Distributor sebelumnya telah berkoordinasi agar harga bahan pokok, khususnya daging segar tetap terkendali.

“Kami telah menyepakati bahwa harga daging sapi segar tidak boleh melebihi Rp170 ribu per kilogram menjelang Lebaran,” tambahnya.

Selain terbatasnya stok daging sapi, kenaikan harga bahan pokok lainnya seperti sayur-mayur dan cabai disebabkan oleh keterlambatan distribusi logistik dari luar daerah. Hal ini menyebabkan pasokan terbatas, sehingga harga melonjak.

Pemerintah Kota Tanjungpinang kata Rany, juga telah mengimbau pedagang untuk tidak menaikkan harga terlalu tinggi agar tetap terjangkau oleh masyarakat.

Warga Mengeluh, Pemerintah Gagal Cegah Kenaikan Harga Jelang Idul Fitri

Naiknya sejumlah bahan pokok menjelang idul fitri di kota Tanjungpinang ini, sangat dikeluhkan masyarakat.

Mardiah, salah satu warga, mengungkapkan harga daging sapi segar yang biasanya Rp150 ribu kini mencapai Rp 170 ribu per kilogram.

“Biasanya Rp150 ribu, sekarang naik jadi Rp170 ribu. Berat bagi kami yang ekonomi pas-pasan,” keluhnya.

Wahyu, warga lainnya bahkan menyebut, pemerintah daerah (kota Tanjungpinang dan provinsi Kepri) Gagal menekan harga sejumlah bahan pokok, Kendati telah diinstruksikan Presiden.

“Ini menunjukan Pemerintah daerah gagal menekan harga sembako sebagaimana yang diinstruksikan Presiden Prabowo. Sebab, kenaikan ini, diluar harga Beras, Minyak dan bahan lain yang menjadi fokus pemerintah pusat,” sebutnya.

Sementara itu, Ade, seorang pedagang daging sapi segar, mengatakan bahwa kenaikan harga sudah terjadi sejak tiga hari lalu akibat minimnya stok sapi di Tanjungpinang dan Bintan.

“Harga naik karena stok sapi berkurang,” ujar Ade singkat.

Dengan lonjakan harga ini, masyarakat berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok agar daya beli tetap terjaga menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.

Penulis: Roland
Editor : Redaktur

 

Jika ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan oleh pemberitaan di atas, Anda dapat mengirimkan sanggahan, koreksi, atau Hak Jawab sesuai UU Pers No. 40/1999 melalui email Redaksi presmedia.id: redaksi.presmed@gmail.com