
PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Penjabat (Pj) Walikota Tanjungpinang Hasan mengatakan, Upah tenaga kerja di Tanjungpinang masih banyak yang dibayar dibawah standar UMK. Sehingga, hal ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan angka kemiskinan di Tanjungpinang tinggi.
Hal itu dikatakan Hasan, saat diminta wartawan tanggapannya mengenai peringatan Hari Buruh atau “Mayday” 1 Mei 2024, di kantor kota Tanjungpinang, Selasa (30/4/2024).
Sebagaimana diketahui, berdasarkan SKB 3 Menteri, 1 Mei ditetapkan sebagai tanggal merah dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional.
Hari Buruh Internasional kerap juga disebut sebagai May Day yang didasarkan pada sejarah perjuangan para pekerja/buruh dalam memperoleh hak-hak mereka.
Hasan melanjutkan, salah satu indikator ukuran kemiskinan di kota Tanjungpinang terkait dengan penetapan Upah Minimum Kota (UMK).
Pertanyaanya lanjut Hasan, kenapa di kabupaten Bintan pendapatan per kapita masyarakatnya hanya Rp476 ribu sementara pendapatan per kapita warga Tanjungpinang Rp 776 ribu.
Setelah diteliti, ternyata di Bintan usaha Industri pariwisata dan lainnya seperti di Lagoi dan Lobam, semuanya menerapkan UMK. Sementara di Tanjungpinang, karena sektor pekerjaan yang digeluti adalah jasa dan usaha kecil (UMKM), pengusaha-nya belum mampu membayarkan upah pekerjanya sesuai dengan standar UMK.
“Tanjungpinang inikan bukan daerah Industri, jadi jenis pekerjaan buruh yang ada itu adalah penjaga toko, Supermarket dan lain-lain yang gajinya tidak sesuai UMK, saya tidak tahu juga teknisnya,” kata Hasan.
Hal ini kata Hasan, memang butuh ketegasan dari Pemerintah agar kedepannya taraf ekonomi masyarakat bisa meningkat.
Meski demikian, Hasan tetap mengapresiasi pengusaha jasa dan UMKM Tanjungpinang yang sudah bisa merekrut karyawan meski hanya satu atau dua orang. Dan kondisi ini, butuh keseriusan serta duduk bersama dengan pelaku-pelaku usaha.
“Kita paham kondisi ekonomi kota Tanjungpinang belum maksimal, Tapi kita juga terus berusaha bagaimana membangkitkan ekonomi ini kedepannya. Hal itu kita lakukan melalui penataan-penataan sarana dan prasarana di kota Tanjungpinang,” ujarnya.
Penataan sarana dan prasarana ini, dilakukan dengan kolaborasi pemerintah kota Tanjungpinang dengan pemerintah provinsi Kepri. Tujuannya, agar kota Tanjungpinang bisa lebih rapi dan tertata dengan baik.
“Sebab orang mau datang kesini (kota Tanjungpinang-red) itukan, yang terpenting adalah karena kenyamanan dan memiliki kesan. Maka sangat kita apresiasi kondisi Akau Potong Lembu yang saat menjadi aset ekonomi yang harus kita jaga kebersihan dan kenyamanan,” tegas Hasan.
Penulis: Roland
Editor : Redaktur
Sanggahan, koreksi, atau Hak Jawab sesuai UU Pers No. 40/1999 melalui email Redaksi presmedia.id: redaksi.presmed@gmail.com












