Kepri Kekurangan Guru, Gubernur Buka Peluang Pengajuan CPNS Guru 2026 ke Pusat

Guru saat mengajar siswanya disalah satu sekolah di Riau (Foto:riau.go.id)
Guru saat mengajar siswanya disalah satu sekolah (Foto:riau.go.id)

PRESMEDIA.ID– Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) membuka peluang pengajuan penerimaan CPNS khusus guru ke pemerintah pusat melalui Kementerian PAN-RB tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai respons atas masih kurangnya tenaga pengajar di sejumlah sekolah di Kepri.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mengatakan, kebutuhan guru di wilayah Kepri hingga saat ini masih cukup tinggi dan perlu segera diatasi.

Ansar menjelaskan dengan kekurangan formasi guru ini, pemerintah provinsi Kepri berencana mengajikan penerimaan CPNS untuk formasi guru ke pemerintah pusat dalam rekrutmen CPNS 2026.

“Sampai saat ini, jumlah guru di Kepri masih kurang. Kami sudah membahas hal ini dan kemungkinan akan kembali mengusulkan ke Kemenpan-RB untuk membuka formasi CPNS khusus guru,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

Untuk memastikan kebutuhan yang akurat lanjutnya, saat ini pemerintah provinsi Kepri telah menginstruksikan dinas Pendidikan untuk melakukan analisis mendalam terkait kekurangan guru di berbagai sekolah di Kepri.

Hasil analisis tersebut, nantinya akan menjadi dasar koordinasi dengan Kementerian PAN-RB dalam membuka kembali penerimaan CPNS khusus guru.

Penambahan tenaga pengajar di Kepri menjadi prioritas, seiring dengan pembangunan sekolah baru yang cukup masif, terutama di Batam dan beberapa kabupaten/kota lainnya di Kepri.

Dengan bertambahnya fasilitas pendidikan, kebutuhan guru pun ikut meningkat dan harus segera dipenuhi agar kualitas pendidikan tetap terjaga.

Rekrutmen Disesuaikan dengan Kemampuan Anggaran

Meski kebutuhan mendesak, Ansar menegaskan bahwa realisasi rekrutmen ASN guru tetap akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah serta regulasi belanja pegawai.

Ia berharap pemerintah pusat dapat memberikan kebijakan yang lebih fleksibel agar upaya penguatan SDM pendidikan tidak terhambat oleh aturan administratif.

Saat inilanjytnya, Pemprov Kepri terus menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah pusat untuk memastikan program strategis di sektor pendidikan dapat berjalan optimal.

“Kami berharap ada kebijakan yang lebih fleksibel, terutama terkait aturan belanja pegawai, agar program penting di daerah bisa segera terealisasi,” jelasnya.

Selain mendorong penambahan guru, Pemprov Kepri juga memberikan perhatian pada peningkatan kualitas dan kesejahteraan tenaga pendidik.

Salah satu bentuk dukungan adalah pemberian beasiswa sebesar Rp3 juta per semester bagi guru yang belum bersertifikasi, guna membantu mereka memenuhi standar kualifikasi.

Tak hanya itu, pemerintah daerah juga menyalurkan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) serta insentif khusus bagi guru yang bertugas di wilayah terpencil.

Meski berbagai bantuan telah diberikan, Ansar mengakui bahwa kesejahteraan guru masih perlu ditingkatkan ke depannya.

“Insentif untuk guru di wilayah terpencil itu berbeda dengan TPP. Saat ini, itu yang baru bisa kami bantu,” tutupnya.

Penulis: Roland
Editor : Redaktur

Tinggalkan Balasan