Kepri Kekurangan 1.500 Guru di 280 Sekolah SMA dan SMK

Kepala Dinas Pendidik Provinsi Kepulauan Riau, Andi Agung (Roland/Presmedia)
Kepala Dinas Pendidik Provinsi Kepulauan Riau, Andi Agung (Roland/Presmedia)

PRESMEDIA.ID– Meski jumlah Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) bertambah, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengaku, masih mengalami kekurangan sekitar 1.500 tenaga pendidik untuk jenjang SMA dan SMK.

Kekurangan guru ini, terjadi hampir di seluruh satuan pendidikan negeri maupun swasta di Provinsi Kepulauan Riau.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Andi Agung, mengatakan kebutuhan guru saat ini cukup mendesak, terutama untuk guru mata pelajaran dan guru vokasi di SMK.

“Guru yang banyak dibutuhkan itu adalah guru mata pelajaran dan guru vokasi untuk SMK. Hingga kekurangannya lebih kurang mencapai 1.500 guru,” kata Andi Agung, Kamis (7/5/2026).

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kepri, dari total 280 SMA dan SMK negeri maupun swasta di Kepri, rata-rata setiap sekolah mengalami kekurangan sekitar lima hingga enam guru.

Kondisi ini, disebut terjadi hampir merata di berbagai daerah, termasuk di Kota Batam yang menjadi wilayah dengan kebutuhan guru paling tinggi.

Menurut Andi Agung, sekolah-sekolah di Batam paling banyak membutuhkan guru mata pelajaran untuk SMA serta tenaga pengajar vokasi di SMK.

Atas hal itu, Pemprov Kepri kini berencana mengusulkan kebutuhan tenaga pendidik melalui formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) khusus guru.

Andi Agung juga menyatakana, Dinas Pendidikan Kepri saat ini telah melakukan pendataan dan penyesuaian kebutuhan guru di masing-masing sekolah sesuai aturan penataan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Data kekurangan guru tersebut nantinya akan disampaikan kepada Gubernur Kepri sebelum diteruskan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk pengajuan formasi CPNS ke pemerintah pusat.

Guru Berlebih Akan Dievaluasi dan Dipindahkan

Selain mengusulkan penambahan formasi guru, Pemprov Kepri juga akan melakukan evaluasi terhadap distribusi tenaga pendidik yang dinilai belum merata.

Andi menjelaskan, terdapat sejumlah sekolah yang memiliki kelebihan guru pada mata pelajaran tertentu, sementara sekolah lain justru kekurangan.

“Di salah satu satuan pendidikan ada guru PPKN sebanyak tiga orang, sementara mereka hanya membutuhkan dua guru. Satu guru akan kita pindahkan ke tempat lain,” ujarnya.

Langkah redistribusi ini dilakukan agar kebutuhan tenaga pengajar di seluruh SMA dan SMK di Kepri bisa lebih seimbang.

Kekurangan tenaga pendidik dinilai menjadi tantangan serius bagi dunia pendidikan di Kepulauan Riau, terutama untuk menjaga kualitas pembelajaran di tingkat SMA dan SMK.

Kebutuhan guru vokasi juga semakin meningkat seiring berkembangnya sektor industri dan kebutuhan tenaga kerja terampil di daerah tersebut.

Pemerintah daerah berharap penambahan formasi CPNS guru nantinya dapat menjadi solusi untuk menutup kekurangan tenaga pendidik di Kepri.

Penulis : Roland
Editor : Redaktur

Tinggalkan Balasan