
PRESMEDIA.ID– Minyak goreng bersubsidi merek MinyakKita dilaporkan langka di Tanjungpinang. Kondisi ini terjadi hampir di seluruh toko sembako dan pasar tradisional, dan telah berlangsung selama dua pekan terakhir.
Kelangkaan MinyakKita membuat masyarakat kesulitan mendapatkan minyak goreng dengan harga terjangkau, terutama bagi pelaku usaha kecil dan rumah tangga.
Salah seorang pemilik toko sembako di Pasar Bintan Center, Ahong, mengungkapkan, hingga kini stok MinyakKita belum tersedia di tingkat distributor.
“Belum ada kabar pengiriman ke toko-toko. Sampai sekarang masih kosong,” ujar Ahong, Senin (12/1/2026).
Ia menyebutkan, kekosongan pasokan ini berdampak langsung pada penjualan dan membuat konsumen harus mencari alternatif minyak goreng lain dengan harga lebih mahal.
Bulog Pastikan Stok MinyakKita Masuk 20 Januari
Menanggapi kelangkaan tersebut, Kepala Bulog Cabang Tanjungpinang, Arief Alhadihaq, memastikan bahwa pasokan MinyakKita akan segera masuk ke wilayah Tanjungpinang.
“Sekitar tanggal 20 Januari, MinyakKita sudah tiba di Tanjungpinang dengan kuota awal sebanyak 100 ribu liter,” kata Arief.
Ia menegaskan, Bulog akan melakukan distribusi secara bertahap agar pasokan cepat sampai ke masyarakat.
Ke depan, Bulog berkomitmen mendatangkan MinyakKita secara rutin setiap bulan guna menjaga stabilitas pasokan di wilayah Kepulauan Riau.
“Kami upayakan pasokan ini berkelanjutan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” jelasnya.
Dsitibusi MinyaKita Mengacu Permendag Nomor 43 Tahun 2025
Arief menjelaskan, kebijakan penguatan pasokan MinyakKita merujuk pada Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 43 Tahun 2025.
Dalam aturan tersebut, produsen minyak goreng nasional wajib mengalokasikan 35 persen dari total produksi untuk kebutuhan pemerintah.
Sebelumnya, alokasi minyak goreng untuk pemerintah hanya sekitar 8 persen dari total produksi nasional.
“Melalui kebijakan mandatori ini, 35 persen kuota produsen disalurkan ke pemerintah melalui BUMN pangan, salah satunya Bulog,” ujarnya.
Saat ini lanjutnya, Bulog Cabang Tanjungpinang telah bekerja sama dengan PT Sinar Mas untuk pengadaan MinyakKita yang didatangkan dari Jakarta.
Selain itu, Bulog juga menjajaki kerja sama dengan PT Musim Mas di Batam guna memperluas distribusi ke wilayah Tanjungpinang, Bintan, dan sekitarnya.
Harga MinyakKita Tetap Rp15.700 per Liter
Untuk mekanisme penyaluran, Kementerian Perdagangan menetapkan tiga jalur distribusi MinyakKita, yaitu:
Pasar rakyat yang terdaftar dalam sistem SP2KP Dinas Perdagangan, Pengecer di pasar tradisional dan Ritel modern
Adapun Harga Eceran Tertinggi (HET) MinyakKita tetap ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter dan akan diawasi langsung oleh Satgas Pangan.
“Pengawasan akan dilakukan secara ketat agar harga tetap sesuai ketentuan,” tutup Arief.
Penulis:Roland
Editor :Presmedia
Jika ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan oleh pemberitaan di atas, Anda dapat mengirimkan sanggahan, koreksi, atau Hak Jawab sesuai UU Pers No. 40/1999 melalui email Redaksi presmedia.id: redaksi.presmed@gmail.com












