
PRESMEDIA.ID – Bulog Cabang Tanjungpinang memastikan, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dijual dan didistribusikan Bulog di kota Tanjungpinang bukan beras oplosan.
Kepala Cabang Bulog Tanjungpinang, Arief Alhadihaq, menegaskan beras SPHP yang dijual oleh Bulog adalah beras medium berkualitas baik yang berasal dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
“Beras SPHP ini menggunakan beras cadangan Pemerintah dan sudah melalui proses pengawasan kualitas, baik secara kualitatif maupun kuantitatif,” ujar Arief pada Jumat (21/3/2025).
Ia menjelaskan bahwa pengadaan beras SPHP dapat berasal dari dalam negeri maupun impor, tergantung pada kebutuhan dan kebijakan Pemerintah.
“Saat ini, stok beras SPHP di Tanjungpinang berasal dari pengadaan luar negeri, yaitu dari Vietnam dan Thailand,” tambahnya.
Arief menanggapi isu yang beredar mengenai beras oplosan dan beras berkualitas rendah di pasaran. Ia menegaskan bahwa beras SPHP berbeda dengan beras dari distributor umum yang sering dijual di pasar.
“Beras SPHP ini tidak sama dengan beras yang dijual distributor di pasaran. Ini adalah beras standar Pemerintah yang digunakan untuk menstabilkan harga pangan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa beras SPHP tidak berasal dari satu jenis varietas beras tertentu. Setiap pengadaan bisa berbeda sumbernya, namun kualitasnya tetap dijaga agar memenuhi standar yang ditetapkan.
Saat ini, Bulog Tanjungpinang memiliki stok SPHP sebanyak 1.100 ton, yang diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama tiga bulan ke depan.
Namun, sesuai dengan kebijakan Pemerintah, beras SPHP hanya akan dijual hingga 27 Maret 2025.
“Masyarakat masih punya waktu untuk membeli beras SPHP sebelum batas distribusi berakhir. Kami belum tahu kapan kebijakan distribusi berikutnya akan dikeluarkan,” tutup Arief.
Penulis: Roland
Editor : Redaktur












