
PRESMEDIA.ID– Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) akan menerapkan sistem seleksi ketat dalam program Beasiswa APBD tahun 2026. Penilaian utama difokuskan pada prestasi akademik, khususnya Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Karo Kesra) Pemprov Kepri, Sudianto, menyampaikan bahwa metode ini dipilih untuk memastikan bantuan pendidikan diberikan kepada mahasiswa dengan capaian akademik terbaik.
Jumlah Pendaftar Melonjak, Kuota Terlampaui
Menurut Sudianto, minat masyarakat terhadap program beasiswa tahun ini sangat tinggi, bahkan jumlah pendaftar telah melampaui kuota yang tersedia.
Adapun rincian jumlah pendaftar saat ini meliputi:
- Beasiswa prestasi: 260 orang
- Kategori tidak mampu: 632 orang
- Mahasiswa luar negeri: 200 orang
- Program S2: 20 orang
“Alhamdulillah kuota sudah terpenuhi untuk pendaftar beasiswa tahun 2026,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Total Anggaran Rp3,06 Miliar untuk 1.212 Pendaftar
Pemprov Kepri mengalokasikan anggaran sebesar Rp3,06 miliar untuk program beasiswa ini, dengan total 1.212 pendaftar dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari DIII/IV, S1 hingga S2.
Namun, karena jumlah pendaftar melebihi kapasitas, proses seleksi akan dilakukan lebih ketat dengan sistem perankingan berdasarkan IPK.
“Mahasiswa yang mendaftar akan diseleksi terlebih dahulu, kemudian dirangking sesuai IPK tertinggi,” jelas Sudianto.
Setiap penerima beasiswa akan mendapatkan bantuan sebesar Rp2,5 juta per kategori, tergantung pada ketersediaan anggaran daerah.
Melihat tingginya animo masyarakat, Pemprov Kepri juga mulai mempertimbangkan kemungkinan penambahan kuota pada tahun mendatang.
“Tahun depan kemungkinan kuota kita tambah. Kami akan melihat kemampuan anggaran dan melakukan koordinasi terlebih dahulu,” tutupnya.
Penulis:Roland
Editor :Redaktur












