
PRESMEDIA.ID– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Kepulauan Riau (Kepri) pada Senin (8/12/2025).
Cuaca buruk berupa hujan lebat disertai angin kencang dan petir diprediksi terjadi mulai pukul 11.47 WIB hingga 12.00 WIB di sejumlah daerah.
Dalam keterangan resminya, BMKG menyampaikan bahwa wilayah Kepri berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang bisa disertai kilat atau petir dan angin kencang.
Wilayah yang Berpotensi Terdampak
BMKG mengatakan, beberapa daerah yang harus mewaspadai cuaca ekstrem, di antaranya, Kabupaten Bintan: Bintan Timur, Teluk Bintan, Tambelan, Bintan Pesisir.
Kabupaten Natuna, Serasan, Subi, Serasan Timur dan Kota Tanjungpinang, Kecamatan Bukit Bestari. Potensi hujan lebat dan angin kencang juga dapat meluas ke wilayah Batam dan Lingga.
Kepala Stasiun BMKG RHF Tanjungpinang, Ahmad Kosasi, menjelaskan kondisi cuaca ekstrem ini dipicu oleh Siklon Tropis Senyar yang terbentuk di wilayah Sumatera.
Siklon tersebut telah muncul sejak 21 November 2025 dan masih memberikan dampak signifikan hingga saat ini.
Fenomena ini menyebabkan peningkatan curah hujan dan gelombang tinggi di beberapa perairan Kepri.
“Dampaknya berupa hujan sedang hingga lebat, serta gelombang 1,25 hingga 2,5 meter di perairan Bintan, Lingga, Anambas, dan Natuna,” ujar Ahmad Kosasi, Selasa (2/12/2025).
BMKG Imbau Masyarakat Waspada
Atas kondisi ini, BMKG mengimbau agar masyarakat di Kepri terutama para nelayan dan pelaku pelayaran, agar berhati-hati dan rutin memantau pembaruan informasi cuaca.
Kondisi atmosfer yang masih dinamis berpotensi menimbulkan perubahan cuaca secara mendadak.
Ahmad juga menambahkan, siklon ini tergolong anomali karena terbentuk di wilayah yang tidak biasa, yakni Selat Malaka, yang merupakan perairan relatif sempit dibandingkan lokasi umum terbentuknya badai tropis di samudera lepas.
“Dengan kondisi ini, warga Kepri diharapkan tetap siaga, menjaga keselamatan, dan memperhatikan informasi terbaru dari BMKG untuk mengantisipasi kemungkinan cuaca ekstrem,” pungkasnya.
Penulis:Presmedia
Editor :Redaksi












