
PRESMEDIA.ID, Bintan- Kendati pandemi COVID-19 di Bintan terus bertambah, Dinas pendidikan Bintan menyatakan, akan tetap melaksanakan belajar tatap muka terbatas pada siswa dan siswi SD dan MI di Bintan mulai 2 November 2020 mendatang.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bintan, Tamsir, mengatakan dibukanya kembali aktivitas belajar mengajar di sekolah itu, dilakukan bedasarkan Surat Edaran (SE) Bupati Bintan Nomor T/654/420/X/2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas pada Satuan Pendidikan SD dan MI Tahun Pelajaran 2020/2021 di Masa Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) di Kabupaten Bintan.
Bedasarkan SE Bupati Bintan ini, tahap belajar mengajar tatap muka terbatas akan diberlakukan pada 20 SD/MI yang sekolahnya berada di zona hijau,”ujar Tamsir, Jumat (30/10/2020).
Pelaksanaan, belajar tatap muka terbatas itu, lanjutnya akan dimulai pada 2 November 2020 mendatang, khususnya pada sekolah SD dan MI yang berada di pulau-pulau pesisir dan masuk dalam zona hijau atau wilayah yang tidak ada kasus covid-19.
“Pihak sekolah dan orang tua siswa juga menyetujui pemberlajaran Tatap Muka, hingga kebijakan tersebut dituangkan ke dalam surat edaran,”jelasnya.
Adapun sejumlah sekolah SD/MI yang dibuka dimasa pandemi covid-19 di Bintan itu berada di 4 kecamatan seperti, kecamatan Mantang yaitu SDN 001 Mantang, SDN 002 Mantang, SDN 003 Mantang, dan SDN 004 Mantang.
Berikutnya Kecamatan Bintan Pesisir antara lain SDN 001 Bintan Pesisir, SDN 002 Bintan Pesisir, SDN 003 Bintan Pesisir, SDN 004 Bintan Pesisir, SDN 005 Bintan Pesisir, dan SDN 006 Bintan Pesisir.
Kemudian Kecamatan Teluk Bintan adalah SDN 004 Teluk Bintan, SDN 10 Teluk Bintan, dan MI 002 Teluk Bintan. Lalu Kecamatan Tambelan yaitu SDN 001 Tambelan, SDN 002 Tambelan, SDN 003 Tambelan, SDN 004 Tambelan, SDN 005 Tambelan, SDN 006 Tambelan, dan SDN 007 Tambelan.
Pelaksanaan sekolah tatap muka, kata Tamsir juga sudah diatur sedemikian rupa. Baik waktu, fasilitas dan sistemnya, disesuaiakan dengan protokol kesehatan penangana dan pencegahan covid-19.
Sedangkan untuk jenjang SMP/MTS lanjut Tamsir, telah diberlakukan tatap muka pada awal Oktober lalu. Hal itu dilakukan karena banyak siswa yang ikut bekerja dengan orang tua turun ke laut.
Apabila terlalu lama tidak sekolah, mereka akan bekerja melaut da dikawatirkan akan enggan kembali ke sekolah, karena sudah nyaman dengan pekerjaan yang menghasilkan uang.
“Kita kawatirnya anak-anak sudah nyaman bekerja dan dapat uang, jadi tak mau masuk sekolah lagi. Hingga akan banyak anak-anak di daerah yang putus sekolah,”katanya.
Penulis:Hasura
Jika ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan oleh pemberitaan di atas, Anda dapat mengirimkan sanggahan, koreksi, atau Hak Jawab sesuai UU Pers No. 40/1999 melalui email Redaksi presmedia.id: redaksi.presmed@gmail.com












