Sering Alami banjir, Pemkab Bintan Dituding Tidak Peduli Terhadap Warganya

Sering Alami banjir Warga Tuding Pemkab Bintan Tidak Peduli Terhadap Warganya
Banjir di kawasan Jalan Taman Sari tanjung Uban, tidak ada penanganan dari Pemkab Bintan.

PRESMEDIA.ID,Bintan- Tidak pernah ada perhatian dan perbaikan pada sejumlah kawasan banjir, warga kabupaten Bintan mengeluh dan menuding pemerintahnya tidak pedulian dengan banjir yang dirasakan warganya di jalan Taman Sari dan Simpang kawasan wisata Lagoi.

Warga mengatakan, hanya beberapa menit saja hujan turun, sejumlah lokasi di wilayah Kabupaten Bintan Utara, selalu mengjadi langganan banjir. Sejumlah lokasi yang sering banjir itu, berada di jalan Taman Sari, Kelurahan Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara dan kawasa Simpang Lagoi, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Teluk Sebong.

“Kedua lokasi ini menjadi langganan banjir setiap turun hujan, akibat drainase yang tersumbat dan tidak mampu menampung curah hujan yang tinggi,”sebut Aan warga Tanjung Uban, Selasa,(8/10/2019).

Kejadian banjir ini, sambung Aan, bukan merupakan baru terjadi tapi sudah bertahun-tahun, dan sampai saat ini tidak pernah ada perbaikan dan perhatian dari pemerintah kabupaten Bintan.

Kawasan jalan Taman Sari, jelasnya, meski hanya diguyur hujan sebentar, jalan disana akan terendam, akibatnya, sejumlah mobil yang melewati akses jalan ini banyak yang mogok dan menjadi macet.

�Gak usah dibangun miliaran rupiah, Cukup ditangani dan dibenahi saja dainasenya, hingga warga tidak merasakan banjir, kami rasa sudah bagus. Tapi saat ini dibiarkan begitu saja dan tidak ada kepedulian pemerintah. Sampai kapan kondisi seperti ini akan kami rasakana,”sebutnya.

Yoan, pengguna jalan raya yang melintas Jalur Simpang Lagoi juga mengakui sangat kesal dengan banjir yang kerap terjadi di jalan perempatan kawasan masuk Lagoi itu. Bahkan hujan sebantar saja banjirnya seperti hujan selama berbulan-bulan.

“Anehnya, drainase dibangun besar-besar, Tetapi masih sering banjir,”katanya.

Ketika hujan turun, kata Yona, dipastikan kawasan jalan disidampang epat pintu masuk kawasan Wiata Lagoi itu, tidak bisa dilintasi. Akibatnya, sejumlah warga pengguna jalan harus mencari jalur alternatif.

“Karena kalau dipaksakan motor bisa mogok. Banjir ini sangat jelas mengganggu lalu lintas. Apalagi kalu pakai motor, kalau mobil mungkin tidak. Mungkin karena pejabat banyak pakai mobil jadi tidak peduli dan merasakan apa yaang dialami warga,”ucapnya. (Presmed8)