Syuting Film Juara, Budaya Melayu Jadi Benteng Dari Pengaruh Budaya Asing

Plt.Gubernur Kepri Isdianto beradegan duduk dan berdiskusi dengan warga pada Filim Juara di Masjid Sultan Penyengat
Plt.Gubernur Kepri Isdianto beradegan duduk dan berdiskusi dengan warga pada Filim Juara di Masjid Sultan Penyengat.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepri Isdianto mengatakan, budaya Melayu adalah benteng bagi budaya asing. Masyarakat Melayu tidak boleh anti dengan budaya asing, namun tidak boleh melupakan budaya sendiri sebagai benteng dan ciri khas dan identitasnya.

Saya selalu katakan, jangan anti dengan budaya asing, karena itu bagian dari resiko kita sebagai daerah wisata. Tapi kita harus menyaringnya, dan membentengi diri kita dengan BUdaya melayu yang kita Miliki. Ambil yang baik dan tinggalkan yang buruk dan bertentangan dengan budaya kita,”kata Isdianto usai melakukan shooting film pendek dengan tema Tunjuk Ajar Budaya atau “Juara” di Masjid Sultan Riau Pulau Penyengat, Tanjungpinang,Kamis (12/9/2019).

Juara sendiri merupakan film pendek untuk memenuhi tugas proyek perubahan sekretaris camat Pulau Penyengat yang sedang mengikuti Diklat PIM IV. Dalam kesempatan ini, Isdianto berperan sebagai Plt. Gubernur Kepri yang sedang melaksanakan shalat zuhur di Masjid Pulau Penyengat.

Usai shalat zuhur Plt.Gubernur bertemu dengan seorang warga bersama keponakannya yang merupakan pengrajin Tanjak. Keduanya terlibat obrolan yang isinya banyak nasehat dari Plt.Gubernur untuk warganya tersebut.

Adapun inti dari film ini sendiri adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan Kepri khsusunya yang bermuatan budaya lokal. Sehingga, walaupun zaman sudah maju dengan berbagai teknologi yang canggih. Tetapi anak-anak Melayu tidak boleh lupa akan adat dan budaya sendiri.

Isdianto tampak menikmati setiap adegan yang dia lakukan. Seakan dia sedang tidak sedang berakting. “Isi dari film ini sama seperti apa yang selalu kita katakan. Sehingga ketika saya baca naskahnya, saya rasa tidak perlu teks,”kata Isdianto yang saat itu banyak melakukan improvisasi (Presmed)