
PRESMEDIA.ID – Belum tersedianya sarana prasarana pelabuhan khusus perikanan di Kepri, membuat sejumlah pengusaha ikan di Kepri, harus melakukan ekspor ikan melalui pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.
Untuk mempermudah pengusaha ekspor kepri ini, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kepulauan Riau melakukan fasilitasi untuk mendukung ekspor ikan segar dan beku langsung dari Kepri ke Singapura dan China.
Adapun dua perusahaan yang menjadi eksportir ikan ini adalah PT.Adi Karya Segara dengan komoditas ekspor ikan segar ke Singapura, sementara PT.Bintan Intan Gemilang menangani ekspor ikan ke China.
Kepala BKHIT Kepulauan Riau, Drh.Herwintarti, mengatakan keberadaan BKHIT Kepri bertujuan untuk mempercepat dan mendorong ekspor komoditas ikan yang wajib diperiksa oleh karantina, terutama ikan segar.
“Hari ini BKHIT mendukung usaha PT.Bintan Intan Gemilang dalam proses ekspor ke China melalui Tanjung Priok. Kami telah melakukan diskusi terkait hambatan dan target yang perlu dicapai,” kata Herwintarti saat melakukan pengawasan di Barek Motor, Kijang, Kabupaten Bintan, Selasa (10/12/2024).
Ia mengatakan, dalam pelaksanaan Ekspor ikan, penting dilakukan sinergi antara BKHIT, Bea Cukai, dan otoritas pelabuhan untuk mendorong komoditas lokal dari Tanjungpinang agar bisa langsung diekspor ke China.
Langkah ini lanjutnya, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Riau, khususnya Tanjungpinang.
Karantina lanjutnya, akan membentuk tim khusus untuk memberikan bimbingan teknis dan persyaratan proses ekspor.
“Kami berharap dalam waktu satu tahun ini bisa berhasil. Kerja ini tidak bisa dilakukan karantina saja, tetapi harus melibatkan hilirisasi sebagai sumber terkait ikan segar,” jelasnya.
Herwintarti juga berharap, dukungan dari pemerintah daerah dan pihak transportasi untuk memastikan bahwa bisnis alat angkut tidak menjadi hambatan jika berangkat dari pelabuhan di Tanjungpinang.
Ekspor Ikan Kepri Melalui Tanjung Priok
Belum adanya pelabuhan khusus perikanan di Bintan dan Tanjungpinang menjadi salah satu keluhan eksportir ikan di Kepri.
Pemilik PT Bintan Intan Gemilang, Dinaria, berharap ekspor ikan beku seharusnya dapat dilaksanakan langsung dari Kepulauan Riau tanpa harus melalui Tanjung Priok.
“Kami sebenarnya hanya mengolah 1 persen dari potensi laut di Kepri yang besarnya 98 persen. Kapal yang menangkap ikan di Kepri bukan hanya dari nelayan lokal, tetapi juga dari Jawa dan Sumatera, Namun untuk Ekspor seharusnya kita tidak harus melalui Tanjung Priok kalau ada pelabuhan khusus perikanan di Kepri,” sebutnya.
Saat ini lanjutnya, perusahaan melakukan ekspor ikan ke China berdasarkan order dan untuk hari ini PT.Bintan Inti Gemilang mengekspor 8 ton dari 7 jenis ikan ke China.
Penulis: Roland
Editor : Redaktur
Sanggahan, koreksi, atau Hak Jawab sesuai UU Pers No. 40/1999 melalui email Redaksi presmedia.id: redaksi.presmed@gmail.com












