Karantina Kepri Lepas Ekspor Anggoli ke Hawai Amerika Serikat

Kepala Satpel RHF, Dwi Sulistyono lepas ekspor Anggoli ke Hawai Amerika Serikat bersama stakeholder terkait di Terminal Kargo Bandara RHF. (Foto: Roland/Presmedia.id)
Kepala Satpel RHF, Dwi Sulistyono lepas ekspor Anggoli ke Hawai Amerika Serikat bersama stakeholder terkait di Terminal Kargo Bandara RHF. (Foto: Roland/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID – Badan Karantina Indonesia (Barantin), melalui Karantina Kepulauan Riau (Kepri) di Satuan Pelayanan Bandara Raja Haji Fisabilillah (Satpel RHF) Tanjungpinang, melepas ekspor ikan anggoli (Pristipomoides sp.) ke Hawai, Amerika Serikat.

Ekspor Anggoli perdana di tahun 2025 ini sebanyak 501,7 kg dengan nilai ekonomis 7.741,23 US dollar atau sekitar Rp107.807.724 dilaksanakan di Terminal Kargo Bandara RHF, Sabtu(1/3/2025).

Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Kepulauan Riau, drh.Herwintarti melalui Kepala Satpel RHF, Dwi Sulistyono mengatakan pihak mencatat frekuensi ekspor ikan anggoli segar 2024 sebanyak 3 kali dengan volume 1.055,71 kg, dengan nilai 27.593,92 US dollar atau setara dengan nilai Rp 407.650.109,-

” Ekspor hari ini sebanyak 501,7 kg dengan nilai ekonomis 7.741,23 US dollar atau sekitar Rp107.807.724,” Kata Dwi

Ia memaparkan ekspor perdana ikan Anggoli segar ke Amerika adalah langkah penting dalam memperluas pasar internasional bagi produk perikanan.

Ikan Anggoli, yang dikenal dengan kualitas dan cita rasanya, memiliki potensi besar di pasar luar negeri, terutama di Amerika yang merupakan salah satu pasar terbesar untuk produk seafood.

Karantina memastikan ikan yang diekspor bebas dari hama penyakit dan kontaminan yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Proses ini melibatkan pemeriksaan fisik dan pengujian laboratorium.

” Setiap negara memiliki regulasi yang berbeda mengenai impor produk perikanan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa Karantina memastikan bahwa semua persyaratan yang ditetapkan oleh negara tujuan telah dipenuhi, sehingga sertifikat karantina menjadi ‘economic tools’ sebagai jaminan keberterimaan produk di negara tujuan.

Serangkaian tindakan karantina merupakan upaya meminimalisir risiko penyebaran penyakit dan untuk menjaga kelestarian lingkungan.

” Kita juga memberi jaminan kualitas sehingga dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan importir terhadap produk yang dihasilkan, hal ini tentu akan mendorong permintaan,” paparnya.

Ekspor ikan Anggoli segar ke Amerika tidak hanya membuka peluang pasar baru, tetapi juga menunjukkan pentingnya peran karantina dalam memastikan keamanan, kualitas, dan kelestarian produk perikanan.

Melalui prosedur yang benar, eksportir dapat memaksimalkan potensi ini dan membawa manfaat ekonomi yang signifikan.

Ditempat yang sama,Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kepulauan Riau, Said Sudrajad mengatakan produk Kepri tidak kalah dan dapat bersaing dengan produk manapun, serta dapat diterima dimanapun.

Menurutnya apa yang dilakukan ini merupakan kolaborasi dan saat ini memang pihaknya menargetkan produksi produk perikanan meningkat setiap tahun

” Kita hadir untuk masyarakat dan pelaku usaha. Kita hanya untuk supporting saja. Kegiatan ekspor seperti ini sangat perlu. Produk kita ini layak bersaing di luar Indonesia,” singkatnya.

Penulis: Roland
Editor : Redaktur

Sanggahan, koreksi, atau Hak Jawab sesuai UU Pers No. 40/1999 melalui email Redaksi presmedia.id: redaksi.presmed@gmail.com