Wako Tanjungpinang Sebut Ini Penyebab Solar Langka di Tanjungpinang

IMG 20190916 WA0011
Antrian Panjang Mobil akibat BBM solar Langka disejumlah SPBU.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Pemerintah kota Tanjungpinang mengatakan kelangkaan Solar bersubsidi di SPBU di Tanjungpinang akan menjadi perhatian khusus pemerintah.

Dan menangaani permasalahan kelangkaan BBM itu, Wali kota Tanjungpinang Syahrul mengatakan, dalam beberapa hari ini, Dinas Perdagangan dan Perindusterian (Disperindag) kota Tanjungpinang, juga telah melaksanakan rapat bersama dengan Pemerintahan Provinsi Kepri dan PT.Pertamina.

Hari ini setelah mereka pulang dari Batam, Pemko akan segera membahas permasalahan solar ini,”ujar Syahrul, Senin (15/9/2019).

Syahrul menyebutkan, antrian panjang kendaraan yang menggunakan solar subsidi di SPBU, sebenarnya bukan dikarenakan BBM solar langka, tetapi disebabkan pelaksanaan distribusi BBM dari Pertamina ke SPBU terjadi perlambat akibat armada pengangkut BBM yang kurang.

“Jadi Solar itu langka, bukan karena BBM nya langka, tapi disebabkan armada transporternya yang kurang,” jelasnya.

Terkait dengan isu adanya mafia solar sebagai penyebab kelangkaan BBM di Tanjungpinang, Syahrul mengatakan, kalau hal itu benar hendaknya dapat ditindak secara hukum.

Pihak pemerintah diakui Syahrul, tidak memiliki kewenangan memberi sanksi, tetapi hanya memberi himbauan secara normatif seperti menghimbau mengajak dan diantaranya turun kelapangan, tetapi untuk tindakan hukum adalah kewenangan pihak yang berwajib.

“Kami bersama instansi terkait dan kepolisian akan mengkaji terlebih dahulu dengan adanya pertemuan ini jika tidak ada perbaikan maka kita lihat kedepan,”ucapnya.

Demikian juga dalam hal melakukan pengecekan ke Industri tambang, dikatakan mantan wakil wali kota ini, juga harus dengan pihak keamanan.
“Usulan terimakasih, tapi reaksinya tentu dibutuhkan kedua belah pihak baik itu pemerintah maupun keamanan untuk benar-benar bersinergi,”ujarnya.

Saat ini lanjut dia, pemerintah juga sudah memiliki Satgas, dan tinggal lagi bagaimana efektivitas kerjanya yang perlu di evaluasi berjalan atau tidak.

“Satgas sudah ada tinggal bagaimana efektivitas kerja dan koordinasinya. Kalau dibentuk tidak ada koordinasi, sama saja, kedepan muda-mudahan lebih baik,”jelasnya. (Presmed6)