Transparan Dan Tepat Sasaran Salurkan Bansos, Mendagri Puji Inovasi Bupati Banyuwangi

Transparan Dan Tepat Sasaran Salurkan Bansos, Mendagri Puji Inovasi Bupati Banyuwangi
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat diwawancarai wartawan di Jakarta(Photo:Humas Mendagri)

PRESMEDIA.ID,Jakarta- Menteri Dalam Negeri mengapresiasi terobosan Bupati Kabupaten Banyuwangi Propinsi Jawa Timur, Abdullah Azwar Anas, yang membagikan Bantuan Sosial dari Program Jaring Pengaman Sosial (JPS) percepatan penanganan COVID-19 secara transaparan dan tepat sasaran di daerahnya.

Bupati Anas, melakukan validasi data warganya dengan cepat, mengarahkan jajarannya termasuk semua kepala desa tentang langkah yang harus dilakukan. Azwar Anas memerintahkan membangun “Papan Pengumuman” berisi daftar nama, alamat warga KPM (Keluarga Penerima Manfaat) yang diurut berdasarkan jenis program bantuan sosial, mulai dari Program PKH, Bansos Tunai, Kartu Sembako, BLT Dana Desa, Bansos Pemda hingga Kartu Pra Kerja.

Papan pengumuman daftar penerima tersebut juga diurut berdasar Nama Desa yang dipasang di lapangan mesjid, tempat yang mudah diakses dan banyak dikunjungi warga Banyuwangi. Dengan demikian, setiap saat warga leluasa mengecek kebenaran data sekaligus melaporkan diri, bila terjadi data ganda penerima atau bila warga yang berhak belum terdaftar sebagai penerima bantuan akan langsung dapat di koreksi.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan, terobosan ini membangun sistem pendataan dan penyaluran bansos yang transparan dan dapat dilihat serta dikoreksi masyarakat. Video inovasi tersebut juga telah luas beredar.

“Saya sudah mendapat informasi tentang inovasi Bupati Anas.Saya puji beliau dengan terobosan ini. Karena bisa mensinkronkan berbagai skema bansos, mempercepat penyalurannya dan Insyaallah mayoritas tepat sasaran karena datanya dibuka transparan ke warga, dan masyarakat dapat mengkoreksi bila ditemukan masalah. Tanpa perlu gaduh di ruang publik dan tanpa konflik antar masyarakatnya.Salut!�kata Tito di Jakarta Minggu (17/5/2020).

Bagusnya lagi, lanjut Mendagri, Bupati melibatkan seluruh perangkat Kecamatan, Desa dan tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam membangun terobosan tersebut.

Inovasi ini sederhana, Namun efektif karena prinsip tata kelola yang baik diterapkan secara nyata, yaitu transparansi, partisipasi masyarakat, fasilitasi Pemda dan utamanya akses masyarakat untuk mengadakan koreksi langsung bila terjadi kesalahan di daftar penerima bansos.

Ia juga berharap terobosan ini diikuti oleh para Kepala Daerah dalam mendistribusikan bantuan sosial.

“Saya mengharap Gubernur, Bupati, Walikota dan jajarannya hingga Kepala Desa, dapat mencontoh terobosan kreatif seperti ini sesuai kondisi daerah masing-masing,”kata Mendagri.

Mendagri mengatakan, Kepala Daerah terus berinovasi, sejauh itu di dalam koridor hukum dan efektif untuk mencapai tujuan program pemerintah khususnya di masa tanggap darurat Covid-19 ini.

Krisis Covid-19 menjadi momentum terhadap kualitas Kepemimpinan Kepala Daerah. Banyaknya masalah yang dihadapi dan memerlukan langkah-langkah yang sistematis dan presisi yang kuat bagi para Kepala Daerah.

Penulis:Redaksi/Puspen Kemendagri

Sanggahan, koreksi, atau Hak Jawab sesuai UU Pers No. 40/1999 melalui email Redaksi presmedia.id: redaksi.presmed@gmail.com