
PRESMEDIA.ID, Lingga – Camat Singkep Barat Febrizal Taufik mengistruksikan pekerjaan perbaikan jalan berupa penimbunan terhadap akses tiga jalan desa yang rusak berat. Tiga jalan itu, yakni ruas jalan Desa Tinjul, Desa Langkap, dan Desa Tanjung Irat.
“Kita merespon apa yang dikeluhkan warga terkait jalan rusak. Sebab jalan ini merupakan akses jalan dua Kecamatan yakni Singkep Barat dan Singkep Selatan,” kata Taupik kepada PRESMEDIA.ID, Senin (1/2/2021).
Taupik menjelaskan, jalan yang dilalui oleh masyarakat ini sudah rusak parah. Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan pihaknya sesegera munhgkin menimbunan jalan tersebut.
“Jalan yang rusak sedang kita timbun, alhamdulilah sudah dilaksanakan. Dan ini juga merupakan partisipasi dari rekan pihak-pihak luar juga,” tanggapnya.
Taupik mengatakan, untuk penimbunan jalan tersebut pihaknya sudah menggunakan lebih kurang 23 lori/truk besar. Dan diperkirakan bisa mencapai 40-50 lori/truk untuk menimbun.
“Penimbunan jalan lebih kurang 23 lori besar. Kemungkin bisa mencapai 40-50 lori untuk menimbun jalan yang rusak tersebut,” katanya.
Taupik mengajak para pelaku usaha yang berada di Kecamatan Singkep Barat untuk sama-sama peduli. Pasalnya mereka juga melewati juga jalan tersebut.
“Saya juga imbau pengusaha di Kecamatan Singkep Barat juga untuk sedikit peduli. Sebab jalan ini dilalui oleh masyarakat. Kita khawatir bila jalan ini tidak diperbaiki, menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan,” bebernya.
Lebih jauh, Taupik menyampaikan, bahwa Kecamatan Singkep Barat juga sama sekali tidak memiliki anggaran apapun terkait perbaikan jalan, dan perawatan jalan, terlebih lagi jalan yang sudah memasuki jalan Provinsi Kepri, dan jalan Kabupaten Lingga.
Taufik juga berharap atas nama kecamatan Singkep Barat agar pihak terkait khususnya Provinsi Kepri segera melakukan perawatan ataupun perbaikan jalan tersebut.
Untuk diketahui pada 1 Februari 2020 lalu Kecamatan Singkep Barat juga pernah melakukan penimbunan jalan sepanjang 14 Km.
“Dan hari ini juga tepatnya pada 1 Februari 2021 kita masih melakukan penimbunan jalan yang telah dianggap sangat membahayakan dan rawan kecelakaan,” tutupnya.
Penulis: Aulia
Editor: Ogawa













