Arus Mudik Lebaran Mulai Padati Pelabuhan SBP Tanjungpinang, KSOP Siapkan 47 Armada Kapal

Kepala KSOP Kelas II Tanjungpinang, Febrianto Dian Iskandar (Roland/ Presmedia)
Kepala KSOP Kelas II Tanjungpinang, Febrianto Dian Iskandar (Roland/ Presmedia)

PRESMEDIA.ID– Aktivitas penumpang mudil Lebaran mulai meningkat di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang, Sabtu (14/3/2026).

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Tanjungpinang, menyiapkan 42 armada kapal dan 5 kapal cadangan untuk melayani rute domestik dan internasional.

KSOP memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada 14 hingga 15 Maret 2026.

Kepala KSOP Kelas II Tanjungpinang, Febrianto Dian Iskandar, mengatakan lonjakan penumpang tahun ini dipengaruhi oleh awal masa libur sekolah serta kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diterapkan pemerintah.

“Kami memperkirakan puncak arus mudik mulai terjadi pada 14 hingga 15 Maret 2026, karena bertepatan dengan awal libur sekolah dan kebijakan WFA,” ujar Febrianto, Sabtu (14/3/2026).

Selain arus mudik, KSOP juga telah memprediksi jadwal puncak arus balik Lebaran.

Menurut Febrianto, arus balik penumpang diperkirakan terjadi pada 29 Maret 2026 seiring berakhirnya masa libur Lebaran dan aktivitas masyarakat yang kembali normal.

Arus Mudik Penumpang Diperkirakan Naik 1,9 Persen

Pada musim mudik Lebaran 2026 ini, jumlah penumpang melalui pelabuhan di Tanjungpinang diprediksi mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

KSOP memperkirakan kenaikan jumlah penumpang akan terjadi sekitar 1,9 persen, dengan total mencapai sekitar 166 ribu orang penumpang, baik yang berangkat maupun yang tiba di Tanjungpinang.

“Diperkirakan terjadi kenaikan sekitar 1,9 persen dengan total sekitar 166 ribu penumpang yang berangkat maupun datang melalui pelabuhan di Tanjungpinang,” jelasnya.

Posko Angkutan Lebaran Beroperasi 18 Hari

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, KSOP Tanjungpinang telah membuka Posko Angkutan Lebaran sesuai instruksi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla).

Posko tersebut akan beroperasi selama 18 hari, mulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026, atau dari H-8 hingga H+8 Idulfitri.

“Posko ini akan kami operasikan selama 18 hari untuk memastikan pelayanan penumpang berjalan aman dan lancar,” tambah Febrianto.

KSOP Siapkan 42 Armada Kapal untuk Mudik Lebaran

Dalam menghadapi lonjakan penumpang, KSOP bersama operator pelayaran telah menyiapkan 42 armada kapal yang melayani rute domestik dan internasional.

Selain itu, juga disiapkan 5 armada cadangan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang atau kebutuhan tambahan perjalanan.

“Hingga saat ini terdapat sekitar 42 armada yang standby serta lima armada cadangan untuk melayani trayek domestik maupun internasional,” paparnya.

Untuk menjamin keselamatan pelayaran selama musim mudik, KSOP telah melakukan uji petik terhadap armada kapal sejak Februari 2026.

Pemeriksaan tersebut difokuskan pada standar keselamatan kapal yang akan melayani penumpang selama periode mudik Lebaran.

“Uji petik kapal sudah kami lakukan sejak Februari, sekitar delapan armada telah menjalani pemeriksaan keselamatan,” pungkasnya.

Penulis:Roland
Editor :Redaktur