
PRESMEDIA.ID– Asosiasi Distributor Bahan Pokok (Adibapok)Tanjungpinang memastikan, ketersediaan bahan pokok (bapok) bagi masyarakat selama Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dalam kondisi aman.
Namun demikian, pihak distributor juga mengakui adanya keterbatasan pasokan pada beberapa komoditas yang berdampak pada kenaikan harga di pasaran.
Ketua Adibapok Tanjungpinang, M.Sadmi Al Qayum, mengatakan, komoditas utama seperti minyak goreng, beras, gula, tepung, dan susu hingga saat ini masih memiliki stok yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Termasuk minyak goreng merek MinyaKita. Selama Ramadan ini, pasokan yang masuk mencapai sekitar 75 ribu dus dari dua pabrik,” ujarnya.
Distributor MinyaKita di Tanjungpinang ini mengatakan, Pasokan MinyaKita yang beredar di Tanjungpinang berasal dari pabrik Yorgo di Medan dan First Resources di Dumai.
Distribusi MinyaKita sebutnya, juga mendapat dukungan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor pangan seperti ID Food dan Perum Bulog.
Dengan pasokan tersebut, kebutuhan minyak goreng MinyaKita untuk wilayah Tanjungpinang dinilai masih aman dan mencukupi.
Selain memenuhi kebutuhan kota Tanjungpinang, M.Sadmi mengaku, juga mendistribusikan MinyaKita ke beberapa wilayah di Provinsi Kepulauan Riau.
“Distribusi minyak ini, juga kami lakukan ke daerah lain seperti Bintan, Anambas, dan Natuna,” katanya saat melakukan pengecekan kedatangan MinyaKita di gudangnya di Km 14 Tanjungpinang, Jumat (13/3/2026).
Saat ini lanjutnya, ada sekitar 12 ribu dus MinyaKita juga baru saja tiba dan akan didistribusikan secara bertahap.
Harga MinyaKita Mengikuti Ketentuan Pemerintah
Untuk harga, Sadmi menegaskan bahwa MinyaKita dijual sesuai ketentuan pemerintah.
Harga jual minyak goreng tersebut berada di kisaran Rp15.700 per liter, mengikuti ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sekitar Rp15.200 per kilogram.
“Jika ada pedagang yang menjual di atas harga yang ditentukan, kami akan menindak tegas karena harga tersebut sudah diatur pemerintah,” tegasnya.
Selain minyak goreng, ketersediaan beras di tingkat distributor juga masih relatif aman.
Saat ini, toko milik Sadmi menyiapkan sekitar 200 hingga 300 ton stok beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Ketersediaan beras ini juga diperkuat oleh program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog.
“Untuk beras, saat ini dijual sesuai harga distributor mengikuti HET,” jelasnya.
Keterbatasan Pasokan Picu Kenaikan Harga
Meski beberapa komoditas tersedia, Adibapok juga mengakui adanya kelangkaan pada sejumlah bahan pokok akibat keterbatasan pasokan.
Beberapa komoditas yang mulai sulit ditemukan di pasaran antara lain santan, susu full cream, beras tertentu, dan gula pasir.
Menurut Sadmi, terbatasnya bahan baku menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi ketersediaan dan harga sejumlah komoditas tersebut.
Selain itu, kebijakan pembatasan impor pada beberapa komoditas seperti beras dan gula juga ikut berdampak pada stabilitas harga di pasar.
“Sekarang pedagang lebih mengandalkan pasokan dari dalam negeri karena impor sudah dibatasi. Akibat kekosongan stok ini, kenaikan harga menjadi sulit dikendalikan,” ujarnya.
Ia berharap pasokan sejumlah komoditas tersebut dapat segera kembali normal sehingga kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri tetap terpenuhi.
Penulis:Roland
Editor :Redaktur













