Atap Dua Rumah Warga Kampung Sei Tiram ‘Terbang’ Terhempas Angin Kencang

Posisi atap rumah yang telah diterbangkan angin kencang. F Ist Presmedia.Id
Posisi atap rumah yang telah diterbangkan angin kencang. (F_Istimewa_Presmedia.Id)

PRESMEDIA.ID, Bintan – Atap dua rumah warga Kampung Sei Tiram, RT 004/ RW 002, Dusun 3, Desa Penaga ‘terbang’ akibat terhempas angin kencang, Senin (18/1/2021).

Atap yang terbang dan berpindah lokasi itupun hinggap ‘mendarat’ ke atap rumah warga di sebelahnya. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun kerugian material diprediksi sekitar Rp12 juta.

“Kejadiannya semalam sekitar pukul 11.40 WIB di Jalan Tanah Merah, Kampung Sei Tiram, RT 004/ RW 002. Ada dua rumah yang terdampak angin kencang itu,” Kapolsek Teluk Bintan, Iptu Rugianto, kepada PRESMEDIA.ID Selasa (19/1/2021).

Ia menambahkan, bencana alam berupa angin kencang melanda Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan tersebut menghantam rumah korban pertama milik Hadis (39) dan rumah korban kedua milik M Samsir (37). Posisi kedua rumah tersebut bersebelahan atau tetanggaan.

Awal kejadian, sekitar pukul 11.40 WIB, angin bertiup kencang di Jalan Tanah Merah. Ketika itu istrinya Hadis yaitu Fitriani sedang mengecas handphone (hp) di salah satu kamar tidur yang berada di lantai 2.

Lalu derupan angin kencang itu menggetarkan spandek berkerangka baja ringan di lantai 2 tersebut. Lantas Fitriani turun ke lantai 1 dan keluar dari rumahnya. Tapi tak lama kemudian terdengar suara keras.

“Pas korban keluar atap yang menutup dua kamar di lantai dua itu sudah mengempas ke bawah akibat diterbangkan angin kencang,” katanya.

Ketika dicek, ternyata sebelum mengempas ke bawah, atap itu terlebih dahulu menimpa atap sepandek bagian kamar tidur depan rumah M Samsir yang berada di sebelah.

Akibat kejadian ini, korban pertama yaitu Hadis menderita kerugian materi lebih kurang sebesar Rp8 juta sedangkan M Samsir merugi sebanyak Rp4 juta.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam bencana ini,” demikian Rugianto.

Penulis : Hasura
Editor : Ogawa