Dampak Penutupan Transportasi Laut, Supir Taksi di Lingga “Menjerit”�

Supir Taksi di Lingga Menjerit dan Pasrah kehilangan mata Pencahariaan atas Kebijakan Penutupan Transportasi Transportasi Laut oleh Bupati
Supir Taksi di Lingga Menjerit dan Pasrah kehilangan mata Pencahariaan atas Kebijakan Penutupan Transportasi Transportasi Laut oleh Bupati.

PRESMEDIA.ID,Lingga- Puluhan supir taksi di Lingga “menjerit” atas kebijakan penutupan jalur transportasi kapal penumpang angkutan orang antar pulau dari dan ke Kabupaten Lingga.

Puluhan supir di pelabuhan Jago dan Tanjung Datuk Lingga,� yang basanya melayani rute Jagoh-Dabosingkep dan rute Sungai Tenam-Daik Lingga tidak mendapat penghasilan lagi atas kebijakan bupati yang menghentikan operasional kapal penumpang ke Lingga itu.

Supratno salah seorang supir taksi mengaku, benar-benar kehabisan akal dan tidak tahu harus mengadu ke siapa atas�putus-nya mata pencaharian sebagai penambang (Supir Taksi-red) itu.

“Kami tak tahu lagi nak buat apa, penghasilan dah tak ada, bantuan sepeser-pun tak ada, dan setiap rapat juga kami tidak pernah di libatkan,”ujarnya saat di temui di Dabo Singkep, Kamis,(16/4/2020).

Supir Taksi di Dabo dan Lingga itu dikatakan Supratno, sebenarnya juga punya organisasi persatuan PO.Singkep Jaya di Dabi dan PO Metro Singkep di Daik. Tapi oleh pemerintah tidak pernah diajak bicara atas setiap kebijakan yang diambil.

“Dari belasan tahun saya menjadi supir, tahun inilah masa yang paling sulit. Jangan sama sopir yang punya mobil sendiri, Yang paling kasihan, bagi mereka yang selama ini mengejar setoran perhari, benar-benar kehilangan mata pencaharian,”ujarnya.

Atas kondisi yang dialami, Supratno dan rekanya berharap ada perhatiaan dan solusi dari pemerintah kabupaten Lingga bagai penambang atau sopir taksi tersebut.

Sebagai mana diketahui, sejak pertengan Maret yang lalu, pemerintah Kabupaten Lingga melakukan penghentian pengoperasian kapal penumpang baik dari Batam maupun Tanjungpinang ke Lingga.

Penghentiaan itu, kembali diperpanjang pada 10 April 2020, pemerintah kembali memperpanjang pengentian kapal penumpang danrencananya akan ditutup hingga selesai Idul Fitri.

Penulis:Aulia�