Diserang Kabut Asap, Satu Sekolah di Bintan Diliburkan

Para orangtua membawa pulang anaknya kembali ke rumah akibat kabut asap yang melanda Kabupaten Bintan.
Para orangtua membawa pulang anaknya kembali ke rumah akibat kabut asap yang melanda Kabupaten Bintan.

PRESMEDIA.ID, Bintan-Akibat diserang kabut asap yang sangat tebal, Pemerintah kabupaten Bintan terpaksa meliburkan aktivitas satu sekolah di Kecamatan Seri Kuala Lobam (SKL) Bintan, Selasa (24/9/2019).

Kepala dinas pendidikan Bintan Tamsir mengatakan, sekolah yang siswanya terpaksa diliburkan itu adalah sekolah SDIT An-Nahl di Kecamatan Sri Kuala Lobam, karena saat proses belajar mengajar berlangsung banyak siswanya yang terserang gangguan pernapasan.

�Dari laporan yang diterima, siswa disana sudah banyak yang mengalami gangguan pernapasan jadi mereka semua langsung dipulangkan,” ujar Tamsir.

Terkait dengan asap yang melanda Bintan, lanjut Tamsir, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bintan juga sudah menyurati instansinya tentang meliburkan aktivitas sekolah tersebut akibat kualitas udara di Kabupaten Bintan yang kurang sehat.

Dan menindaklanjuti surat Dinas Kesehatan itu, Dinas Pendidikan sebut Tamsir, menerbitkan Surat Edaran Nomor 421/Disdik/217 tentang libur sekolah terkait kabut asap. Dalam surat itu ada 4 poin yang harus dipahami oleh seluruh pihak sekolahan baik jenjang SD/MI maupun SMP/MTS.

�Kami izinkan jika pihak sekolah mau meliburkan aktivitas belajar mengajarnya. Asalkan koordinasi dulu, seperti di Tambelan seluruh sekolahan di liburkan dan sekarang di Kecamatan SKL,” jelasnya.

Point dalam surat edaran tersebut adalah apabila terjadi kabut asap tebal dengan jarak pandang terbatas serta diperkirakan dapat mengganggu kesehatan dan keselamatan peserta didik dan guru. Maka pihak sekolah boleh mengambil langkah preventif seperti meliburkan sekolah namun jika cuaca sudah kembali normal harus segera mengakhiri libur tersebut.

Selanjutnya, bagi sekolah atau siswa yang berada di wilayah pesisir atau selat dan mereka yang menggunakan transportasi laut diberikan keputusan khusus untuk meliburkan sekolahnya.

Lalu, bekerjasama dengan petugas kesehatan untuk mendapatkan bantuan masker bagi tenaga pendidik maupun peserta didik.

�Terakhir dan yang paling penting adalah melakukan koordinasi dengan kami tentang apapun itu. Baik soal kabut asap maupun lainnya,� kata Tamsir. (Presmed8)