
PRESMEDIA.ID,Bintan-Gadis manis asal Desa Sebong Pereh, Andi Rinawati menangis bahagia setelah terpilih sebagai salah satu peserta dari sepuluh penyandang disabilitas, yang masuk pada program Jalinan Kasih Bintan Resort 2019 di Kabupaten Bintan.
Pelajar yang duduk dibangku Kelas 2 SMA SLB Negeri Bintan ini, akan mendapatkan beasiswa khusus dari PT.Bintan Resort Cakrawala (BRC) dengan pelatihan dan pembinaan selama 6 bulan oleh tenaga-tenaga ahli di bidang penyandang disabilitas, gna memenuhi standar kualifikasi yang diperlukan dalam dunia kerja.
Selain mendapat pelatihan, pada program ini, Disbilitas yang diberi pelatihan dan bimbingan juga akan akan diberi pelatihan wirausaha serta posisi kerja yang sesuai dengan keahliannya.
Andi mengaku dirinya tidak akan bisa seperti saat ini tanpa dukungan dari kepala sekolah (Kepsek) dan guru-guru di SLBN Tanjunguban. Mereka memberikan semangat, motivasi, bimbingan dan pelatihan hingga dirinya mampu berbuat sesutu hal yang dapat dibanggakan.
“Terimakasih kepala sekolah dan guru-guruku. Berkat kalian semua, saya bisa hidup dengan penuh semangat dan berjuang tinggi. Terimakasih juga buat Pak Frans Gunara (Vice Presiden PT BRC) yang menghadirkan program khusus bagi penyandang disabilitas seperti kami,”ujar Andi.
Andi mengaku nasib dirinya tidak seberuntung anak-anak pada umumnya yang bebas bergaul tanpa ada rasa perbedaan, tanpa ada rasa minder dan tanpa ada rasa kekurangan. Tetapi dirinya terlahir di dunia dengan mengalami kekurangan dari segi fisik (tanpa memiliki kedua tangan). Bahkan dia juga dibesarkan dengan kehidupan yang penuh kesederhanaan. Ayahnya hanya seorang nelayan kecil dan ibunya hanya mengurus rumah tangga termasuk mengurus 12 anak-anaknya.
“Saya anak ke 10 dari 12 saudara. Hidup saya sederhana dari dulu. Ayah hanya nelayan dan ibu di rumah namun kondisi inilah buat saya kuat dan mandiri untuk mengerjakan sesuatu apapun seperti orang normal lainnya,”jelasnya.
Selama mengenyam pendidikan dari jenjang SD-SMA, kata gadis kelahiran 4 Januari 1995 lalu itu, dirinya diantar dan dijemput oleh abang dan adiknya. Namun untuk aktivitas lainnya dia melakukannya sendiri seperti mengerjakan pelajaran maupun keterampilan.
Begitu juga ketika di rumah, mulai dari mandi, berpakaian, memasak, mencuci piring, baju dan lainnya. “Kalau di sekolah pak guru dan bu guru mengajarkan membatik, menjahit dan lainnya. Sekarang saya sudah bisa sendiri membatik begitu juga menjahit. Sedangkan di rumah saya sudah biasa mengerjakan semuanya sendiri,”kata gadis yang bercita-cita menjadi dokter ini.
Dengan keterampilan yang dimilikinya itu, Andi dapat mengikuti sejumlah ke Kota Batam dan Tanjungpinang. Batik yang diperkenalkannya adalah tentang keindahan lautan yang ada di Kabupaten Bintan.
“Semoga dengan masuknya saya ke program Jalinan Kasih Bintan Resort akan menambah banyak ilmu pengetahuan serta keterampilan yang saya miliki. Sehingga bisa membanggakan daerah ini ke kancah manapun,”sebutnya.
Guru Keterampilan SLBN Bintan, Eva Aini mengatakan Andi merupakan salah satu anak didiknya yang memiliki semangat yang tinggi. Karena dalam keseharaian Andi melakukan semua hal dengan mandiri. “Andi murid yang cepat nangkap. Jadi kami sebagai guru tidak mengalami kesulitan untuk mengajarkan keterampilan apapun,” sebutnya.
SLBN Bintan memberikan pelajaran keterampilan paling domain. Yaitu 60 persen sedangkan 40 persennya akademik. Sehingga anak-anak didik di sini lebih terfokus kepada keterampilan.
Meskipun demikian mereka juga tetap gigih dan ulet untuk mengetahui mata pelajaran umum lainnya. “Meskipun banyak dihabiskan waktunya di keterampilan tapi mereka juga gigih dan ulet untuk belajar akademik. Seperti Andi, dia tidak hanya bisa membantik dalam waktu 3 bulan tapi juga pernah menoreh prestasi membanggakan yaitu Juara Pertama Baca Gurindam 12 Tingkat Provinsi Kepri 2018 lalu,” ucapnya.
Penulis:Hasura Bintan













