
PRESMEDIA.ID, Bintan – Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, pengelola kawasan Wisata Lagoi, menggelar aksi rehabilitasi penanaman 5 ribu bibit bakau di Pesisir Pantai area Pelabuhan Bandar Bentan Telani (BBT) Ferry Terminal Lagoi.
Aksi reboisasi penanaman bibit bakau ini, diprakarsai PT.Bintan Resort Cakrawala (PT.BRC) sebagai pengelola wilayah Bintan Resorts, dan diikuti pengelola Treasure Bay Bintan, CIQP, institusi pendidikan Sekolah Tunas Bangsa, Politeknik Bintan Cakrawala (PBC), Sahid Bintan Tourism Institute (SBTI).
Kepala Departemen Pengembangan Masyarakat PT.BRC Bhakti Adi, mengatakan aksi reboisasi penanaman bibit bakau di pesisir pantai Ferry Terminal Pelabuhan Bandar Bentan Telani (BBT) itu, berasal dari donasi dari Treasure Bay Bintan sebuah pengelola atraksi wisata di dalam kawasan Bintan Resorts.
“Treasure Bay Bintan menyumbangkan total 5.000 bibit mangrove,” ujar Bhakti Adi Rabu (12/6/2024).
Dari total bibit yang didonasikan, 3.000 bibit telah ditanam sebelumnya. Sementara sisanya 2.000 bibit ditanam bersama pada Selasa (11/6/24).
“Penanamannya dilakukan dengan metode sistem koloni dan setiap lubang ditanami sekitar 10-20 bibit,” sebutnya.
Adi mengungkapkan, reboisasi penanaman mangrove di sejumlah pesisir kawasan wisata Lagoi itu, merupakan komitmen PT.Bintan Resorts sejak 2018.
Dan sejak 2018 sampai 2024, telah tertanam lebih 33.000 bibit bakau di sejumlah lokasi pesisir kawasan wisata Bintan Resorts Lagoi.
Sementara itu, Kepala Departemen Health, Safety & Environment PT.BRC, Ray Manaek, mengatakan, kegiatan reboisasi penanaman bibit mangrove yang dilakukan merupakan bentuk partisipasi dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
“Bintan Resorts juga telah menggalakkan program Green Initiative dan program ini mencakup kegiatan restorasi dan penanaman bibit bakau secara rutin setiap tahun,” ujarnya.
Aksi ini lanjutnya, perlu terus dipupuk dengan menumbuhkan kesadaran individu dan masyarakat akan pentingnya keberlanjutan lingkungan hijau.
Bintan Resorts Luncurkan Program BRAVE Warrior
Selain itu, untuk memupuk dan menumbuhkan kesadaran terhadap pentingnya keberlanjutan lingkungan hijau, Bintan Resort juga meluncurkan Program BRAVE Warrior.
Peluncuran BRAVE Warrior ditandai dengan pelantikan dan penyematan Pin secara simbolis kepada Lima belas anggota komunitas relawan pecinta lingkungan sebagai bentuk apresiasi.
BRAVE Warrior sendiri lanjut Ray, merupakan singkatan dari Bintan Resorts Act of Volunteerism for Environment yang mencerminkan aksi sukarela individu untuk menjaga lingkungan.
“Sedangkan Warrior, konteks menggambarkan dedikasi dan pelayanan tanpa lelah para sukarelawan dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.
BRAVE Warrior sendiri menjadi sebuah komunitas relawan pecinta lingkungan yang mewakili nilai-nilai keberanian, ketangguhan, kepemimpinan, inovasi, pertumbuhan pribadi dan pemberdayaan.
“Setiap anggota BRAVE Warrior akan berperan sebagai sukarelawan yang berani membawa perubahan, berpartisipasi dalam berbagai aksi lingkungan yang dikelola oleh Bintan Resorts, mereka juga akan menjadi duta lingkungan,” ujarnya.
Direktur Sumber Daya Manusia dan Administrasi Treasure Bay Bintan, Pardianawati, menyampaikan dengan penuh haru betapa bermaknanya keterlibatan dalam upaya pelestarian lingkungan di kawasan Lagoi itu.
Program ini lanjutnya, mencakup persiapan dan penanaman bibit bakau, baik di kawasan hutan bakau sekitar Treasure Bay.
“Dalam kesempatan bisa melakukan kolaborasi bersama dengan Bintan Resorts di tahun ini dalam peringatan hari lingkungan hidup yang jatuh pada 5 Juni yang lalu,” ucapnya.
Saat ini kata Pardianawati, Indonesia memiliki total ekosistem hutan bakau seluas 3,6 juta hektar. Jumlah ini mewakili sekitar 20 persen mangrove dunia.
“Namun, sangat disayangkan, 50 persen dari hutan bakau tersebut saat ini mengalami kerusakan,” ujarnya.
Oleh karena itu jelas Pardianawati, mengingat pentingnya fungsi mangrove dalam melindungi bumi, maka saatnya semua pihak meningkatkan kesadaran dan upaya untuk merestorasi hutan bakau di Indonesia.
“Mari kita bersama-sama menjaga dan memulihkan ekosistem hutan bakau demi masa depan lingkungan yang lebih baik di masa yang akan datang,” pungkasnya.
Penulis: Hasura
Editor : Redaksi












