Ibu-Ibu di Tanjunguban Menabung di Bank Sampah

Sejumlah Ibu Ibu di Tanjunguban antusias membawa sampah untuk disetor ke Bank Sampah
Sejumlah Ibu-Ibu di Tanjunguban antusias membawa sampah untuk disetor ke Bank Sampah (Foto:Hasura/presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Bintan – Kaum Ibu-ibu di Kelurahan Tanjung Uban, Kecamatan Bintan Utara, antusias menabung di Bank Sampah. Mereka mengantarkan sampah hasil dari aktivitas rumah tangga.

Ketua Bank Sampah Kelurahan Tanjung Uban, Jumiati mengatakan nabung di bank sampah dilakukan secara perdana pada Kamis (15/4/2021) pagi.

“Semalam dimulai, dapat menabung di Bank Sampah ini,” ujar Jumiati.

Emak-Emak, katanya mengumpulkan hasil sampah dari mereka berbelanja dan menyetorkan ke bank sampah. Sejumlah sampah bekas yang ditabung berupa minuman kemasan, kardus, kertas, kaleng susu, botol sampo dan lainnya.

Sampah rumah tangga yang dikumpulkan, memiliki nilai ekonomis masing-masing, mulai dari botol plastik yang dihargai Rp 2.000,- per kilogram, bekas kaleng susu kental manis Rp 800,- per kilogramnya, kertas senilai Rp2.000, dan yang paling mahal adalah kaleng aluminium bekas minuman soda dengan harga Rp 12.000,- per kilogramnya.

“Ini merupakan inisiasi dari ibu-ibu PKK setempat. Bank Sampah akan dibuka setiap tanggal 15 atau satu bulan dua kali dibuka,” jelasnya.

Setiap pertengahan bulan, lanjutnya, emak-emak akan menyetorkan tabungan sampahnya. Kemudian petugas akan menimbangnya dan mencatatnya di buku catatan milik penabung dan juga buku besar Bank Sampah.

“Tabungan dapat diambil setahun sekali. Jadi tahun depan saat puasa baru hasil tabungannya dapat ditarik,”katanya.

Sedangkan sampah-sampah yang dikumpul, lanjutnya, akan dijual lagi ke pengepul dan konversi uang dari penjualan itu ditabung di Bank Sampah.

Nanti nilai tabungan akan menjadi pemilik penabung, selisih keuntungan penjualan akan dijadikan kas Bank Sampah.

“Jadi selain ada nilai ekonomis, lingkungan sekitar warga akan bersih dan sehat,” ucapnya.

Penulis:Hasura
Editor  :Redaksi