
PRESMEDIA.ID, Jakarta – Indonesia menyoroti peningkatan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Asia Tenggara, terutama yang melibatkan korban TPPO yang dipaksa terlibat dalam penipuan online. Pemerintah Indonesia menegaskan perlunya kerja sama lebih intensif antar negara-negara ASEAN dalam memberantas kejahatan transnasional ini.
“ASEAN harus segera menindaklanjuti ASEAN Leaders’ Declaration on Combating Trafficking in Persons caused by the Abuse of Technology dan memberikan perhatian khusus terhadap penyalahgunaan teknologi dalam TPPO,” ujar Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) RI, Hadi Tjahjanto, yang memimpin Delegasi Indonesia di forum ASEAN Political Security Community Council (APSC) ke-28 di Vientiane, Laos.
Hadi mengingatkanm, jika kasus TPPO tidak segera ditangani dengan serius, Asia Tenggara bisa menjadi “epicenter of growth scam” atau pusat pertumbuhan kejahatan TPPO dan siber.
“Kolaborasi antar negara ASEAN harus diperkuat, terutama dalam penegakan hukum terkait TPPO dan kejahatan transnasional,” tambahnya.
Dalam upaya memberantas TPPO dan kejahatan online, Hadi menekankan pentingnya ASEAN Extradition Treaty sebagai langkah lanjutan setelah kesepakatan ASEAN Mutual Legal Assistance. Menurutnya, percepatan penyelesaian perjanjian ini akan menjadi kunci dalam menghadapi tantangan hukum lintas negara.
“Percepatan ASEAN Extradition Treaty akan menjadi elemen kunci dalam menangani kejahatan transnasional secara menyeluruh,” jelas Hadi.
Selain menyoroti masalah TPPO, Hadi juga menekankan pentingnya memperkuat keamanan maritim di kawasan ASEAN. Ia mengajak negara-negara ASEAN untuk meningkatkan kerja sama melalui ASEAN Maritime Forum (AMF) dan Expanded AMF (EAMF).
“Keamanan maritim menjadi prioritas utama, karena wilayah perairan ASEAN adalah jalur vital bagi perdagangan internasional. ASEAN harus memastikan perairan kita tetap aman untuk mendukung kegiatan ekonomi dan perdagangan,” ungkapnya.
Melalui kerja sama yang lebih erat, Hadi berharap stabilitas di perairan Asia Tenggara dapat terjaga, sehingga kawasan ini tetap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi global.
Penulis: Presmedia
Editor : Redaksi













