Integrasi Pembangunan Batam-Bintan Masuk Program Strategis di RPJMN 2020-2024�

Plt.Guernur Kepri Isdianto bersama kepala deerah Probvinsi lain dalam Musrembangnas RPJMN 2020 2021 di Istana Negara Jakarta Senin 16 12 2019.
Plt.Guernur Kepri Isdianto bersama kepala deerah Probvinsi lain dalam Musrembangnas, RPJMN 2020-2021 di Istana Negara, Jakarta, Senin, 16-12-2019.

PRESMEDIA.ID,Jakarta- Pemerintah Pusat memasukan sejumlah kegiatan pembangunan di Provinsi Kepri, sebagai program pembangunan strategis (Major Project) dalam Rencana Pembanunan Jangka Menenang Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Hal itu tetuang pada narasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2021dalam� Musyawarah Pembangunan Nasional (Musrembangnas) 2019 yang dibuka langsung Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Maruf Amin, Kepala Bappenas Suharso Manoarfa, Mendagri Tito Karnavian, Ketua DPR RI Puan Maharani dan sejumlah menteri lainya di Istana Negara, Jakarta, Senin,(16/12/2019).

Dalam narasi RPJMN 2020-2024, Pemerintah Pusat menyusun 41 Proyek Prioritas Strategis (Major Project). Proyek ini disusun untuk membuat RPJM Nasional lebih konkrit dalam menyelesaikan isu-isu pembangunan yang terukur dan bermanfaat langsung serta dapat dipahami dan dirasakan masyarakat.

Presiden Joko Widodo mengatakan, Pemerintah akan terus melanjutkan pembangunan infrastruktur agar memperkokoh pondasi kompetisi Indonesia dengan negara lainnya.

Adapun strategi pembangunan dalam RPJMN 2020-2024 dikatakan Presiden adalah menitik beratakan pada penyambung infrastruktur yang ada ke kawasan-kawasan industri, kawasan produksi pertanian dengan kawasan produksi perikanan dan kawasan parewisata yang ada di setiap provinsi di Indoenesia.

Dari 41 Major Project nasional, diurutan ke-9 terdapat Major Project Integrasi Pembangunan Wilayah Batam dan Bintan. Major Project ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan industri dan pariwisata Batam-Bintan. “Proyek-proyek ini merupakan proyek yang memiliki nilai strategis dalam mencapai sasaran prioritas pembangunan,”ujar Presiden saat itu.

Indikasi pendanaan program Integrasi pembangunan Batam Bintan direncanakan Rp28,04 triliun. Dengan rincian dari APBN Rp0,04 T, KPBU Rp 18,5 Triliun, Swasta Rp 5,4 T dan BUMN Rp 4,1 T. Para pelaksananya antara lain BP Batam, KemenPUPR, Pemda dan Badan Usaha (BUMN/ Swasta).

Masuknya integrasi pembangunan wilayah Batam Bintan dalam Proyek Prioritas Strategis (Major Project) agar dapat terlaksana secara lebih efektif dan efisien sesuai dengan perkembangan pembangunan. Selain itu, Major Project dapat menjadi alat kendali pembangunan sehingga sasaran dan target Pembangunan dalam RPJMN 2020-2024 dapat terus dipantau dan dikendalikan.

Selain proyek strategis Batam Bintan, dalam Narasi RPJMN 2020-2024, juga direncanakan peningkatan nilai tambah pariwisata yang diperoleh Provinsi Kepri, melalui progran pembangunan Destinasi Pariwisata Prioritas untuk Taman Wisata Alam (TWA) Mukakuning dan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) untuk Nongsa-Pulau Abang dan sekitarnya serta KSPN Lagoi-Bintan dan sekitarnya.

Demikian juga program peningkatann nilai tambah Ekonomi di RPJMN 2020-2024 juga direncanakan pengelolaan perikanan dan sentra produksi perikanan budidaya di Provinsi Kepri.

Untuk gas bumi, East Natuna tercatat memiliki cadangan gas bumi 46 TSCF, untuk hilirisasi Sumber daya Alam (SDA) melalui kawasan industri. Kepri juga masuk dalam delapan Kawasan Industri Prioritas Nasional yaitu Kawasan Industeri (KI) Bintan Aerospace dan Kawasan Industeri (KI) di Kwasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang. Sementara di Karimun masuk narasi hilirisasi SDA melakui pengembangan smelter.

Dalam RPJMN ini, Kepri mendapat rencana target pertumbuhan ekonomi mulai 4,7 persen untuk tahun 2020 dan 7,1 persen di akhir tahun 2024. Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi itu diidentifikasi identitas unggulan berupa karet, perikanan tangkap dan perikanan budidaya.

Sementara dalam mendukung hilirisasi komoditas pengembangan kawasan berbasis Sumber Daya Alam pada koridor pertumbuhan dan pemerataan, direncsanakan juga pengembangan Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) Ranai. Sedangkan untuk mendorong pengembangan kawasan berbasis non-sumber daya alam, kawasan strategis prioritas yang dikembangkan adalah Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam, Bintan, dan Karimun, Kawasan Industri (KI) Bintan Aerospace dan Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) Baru Batam-Bintan.

Plt Gubernur H Isdianto berharap proyek prioritas strategis (major project) dalam RPJMN 2020-2024 untuk Kepri segera dieksekusi. Karena proyek ini memiliki daya ungkit tinggi untuk meningkatkan perekonomian Kepri. Malah sangat strategis dan meningkatkan kebanggaan bangsa karena Kepri berbatasan dengan banyak negara tetangga.

�Beberapa agenda dalam RPJMN 2020-2024 sangat kita harap cepat dilaksanakan. Tak hanya integrasi pengembangan wilayah Batam-Bintan, tapi juga Destinasi Prioritas Pariwisata, termasuk mensinergikan pengembangan komoditas unggulan wilayah Kepri yang masuk dalam RPJMN,”kata Isdianto usai menghadiri Musrebangnas RPJMN 2020-2024 di Istana Negara Jakarta.

Atas masuknya sejumlah program startegis Pusat di Kepri itu, Plt.Gubernur Kepri Isdianto meminta kepada OPD proivinsi Kepri, agar mengawal dan memastikan sejumlah program-program tersebut tetap ada dalam narasi RPJMN 2020-2024.

Apalagi naskah ini akan ditandatangani Presiden Jokowi pada 20 Januari 2020. Kita mohon doa dan dukungan masyarakat, agar apa yang sudah direncanakan masuk dalam prioritas strategis RPJMN ini dapat terlaksana dengan demikian, kemajuan Kepri akan semakin cepat,”ujarnya.

Program-progam ini, lanjut Isdianto, sesuai dengan skala prioritas Pembangunan Kepri dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kepri dalam pengembangan Pariwisata, Kelautan Perikanan serta Pertanian adalah prioritas. “Jika program rencana pusat dan daerah ini dapat terwujud, Inilah masa depan ekonomi Kepri,”kata Isdianto dengan yakin.

Penulis:Redaksi