
PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Menko Perekonomian kembali meluncurkan 14 Proyeksi Strategis Nasional (PSN) tahun 2024. Namun dari 14 Proyek Nasional, tidak terdapat proyek jembatan Batam-Bintan di Provinsi Kepri.
Kendati demikian, dari sejumlah Proyek SPN 2024 itu, terdapat dua proyek SPN yang berada di Provinsi Kepri. Kedua proyek SPN di Kepri itu adalah, Pengembangan Kawasan Industri Wiraraja Pulau Galang Batam dan Pengembangan Kawasan Industri Toapaya di Bintan provinsi Kepri.
Sementara Proyek Jembatan Batam-Bintan yang sebelumnya dijanjikan Presiden Joko Widodo pada Pilpres 2019, serta digadang-gadang akan dibangun pada 2024 ini, tersingkir dan tidak masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) 2024.
Dikutip dari CNN, dan setkab.go.id, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyetujui penambahan 14 proyek strategis (PSN) baru yang akan dibangun pada 2024.
Belasan PSN baru itu pembangunannya akan dilakukan oleh pihak swasta sehingga tidak menggunakan APBN. Airlangga berharap pembangunan itu mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.
“Dilaporkan ke pak presiden ada 14 PSN baru,” kata Airlangga usai Rapat bersama Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (18/3/2024).
Airlangga merinci, ke 14 PSN itu yakni Pengembangan Pantai Indah Kapuk Tropical Concept, Pengembangan Kawasan Industri Wiraraja Pulau Galang Batam, Proyek North Hub Development Project Lepas Pantai Kalimantan Timur dan Pengembangan Kawasan Industri Neo Energy Parimo Industrial Estate Sulawesi Tengah.
Kemudian Kawasan Industri Patimban Industrial Estate Subang, Pengembangan Kawasan Industri Giga Industrial Park, Sulawesi Tenggara, Pengembangan Kawasan Industri Kolaka Resource, Sulawesi Tenggara dan Pengembangan Kawasan Industri Stargate Astra, Sulawesi Tenggara.
Lalu Pengembangan Kawasan Pesisir Surabaya Waterfront, Pengembangan Kawasan Neo Energy Morowali, Sulawesi Tengah, Pengembangan Kawasan Terpadu di Bumi Serpong Damai (BSD),
Pengembangan Kawasan Industri Toapaya Bintan di Kepri, Pengembangan Jalan Tol di Section Harbour Road II Jakarta Utara serta Pengembangan Jalan Tol Dalam Kota Bandung.
Ini disetujui oleh presiden dan ada PSN baru penyesuaian nomenklatur dan perubahan dari ruang lingkup PSN itu sendiri,” kata dia.
Pada periode tahun 2016 hingga Februari 2024 lanjut Airlangga, pemerintah telah menuntaskan pembangunan sebanyak 195 proyek strategis nasional (PSN) dengan total anggaran pembangunan Rp1.519 Triliun.
“Secara kumulatif dari tahun 2016 sampai dengan Februari 2024 sudah selesai 195 PSN dan beroperasi penuh, dengan nilai sebesar Rp1.519 triliun. Sedangkan 77 proyek dan 13 proyek dalam tahap konstruksi ataupun produksi sebagian atau operasi sebagian nilainya Rp2.960,7 triliun,†ujarnya.
Pada tahun ini, lanjutnya, pemerintah menargetkan untuk menuntaskan pembangunan 41 PSN, dengan rincian 5 proyek ditargetkan selesai pada periode Januari-Maret, 24 proyek pada periode April-September, dan 12 proyek pada periode Oktober-Desember.
“Dari 36 PSN yang selesai di April sampai Desember, terdapat berbagai isu yang dilaporkan, terutama terkait dengan pengadaan lahan dan tata ruang, tadi sudah dibahas, dan hingga akhir 2024 dibutuhkan dukungan dari seluruh stakeholders,†ujarnya.
Proyek Jembatan Babin Batal Dibangun 2024
Sebelumnya, Jembatan Batam-Bintan yang direncanakan memiliki panjang 14,76 km (jembatan dan jalan) akan menelan dana investasi sebesar Rp13,66 triliun dengan biaya konstruksi Rp9,78 triliun. direncanakan akan dilelang pengusahaan KPBU oleh Pemerintah pusat.
Selain itu, Kementerian PUPR juga telah melakukan penjajakan minat pasar (market sounding) untuk menjaring calon investor KPBU Proyek Jembatan Batam-Bintan pada 30 April 2020 dan 6 Mei 2021 dan finalisasi Final Business Case (FBC) dan Basic Design.
Sedangkan Pemerintah provinsi Kepri, sebelumnya, telah menggelontorkan anggaran APBD Rp80 Miliar untuk menyelesaikan pembayaran lahan yang terkena bentang proyek jembatan Babin yang melewati tiga Pulau dari Batam ke Bintan itu demikian juga dengan DED proyek.
Bahkan, pejabat Provinsi Kepri dan Pusat juga telah melakukan Groundbreaking atau peletakan batu Pertama dari Proyek Babin ini, Namun, setelah kegiatan itu, Batu yang diletakan juga sudah lapuk dan lokasi peletakan batu pertama pun telah berubah menjadi semak belukar yang ditumbuhi ilalang. Sementara progres pembangunan sampai saat ini tidak terlihat sebiji bata atau kayu di lokasi.
Gubernur Ansar: Proyek Jembatan Babin Masih Dalam Persiapan
Gubernur Provinsi Kepri Ansar Ahmad yang dikonfirmasi Media terhadap realisasi Proyek Jembatan Batam-Bintan ini, mengaku, saat ini masih dalam persiapan Final Business Case (FBC) dan Basic Design, serta proses sounding untuk penetapan lokasi (penlok) dan dokumen KA-ANDAL dan pengurusan izin lingkungan.
Adapun Kementerian PUPR telah menyiapkan dokumen usulan pembangunan Jembatan Batam-Bintan dalam Daftar Rencana Prioritas Pinjaman Luar Negeri (DRPPLN/Green Book) Tahun 2021 sebesar US$300 Juta atau setara dengan Rp3,34 triliun untuk memberikan dukungan konstruksi guna meningkatkan kelayakan investasi bagi investor KPBU.
Penulis: Presmedia
Editor : Redaksi











