Mengenal Layanan Bayi Ceria di Bintan: Lahir Langsung Kantongi Akta, KIA, KK, hingga BPJS Kesehatan

 Kepala Disdukcapil Bintan Tamsir. (Foto Hasura)
Kepala Disdukcapil Bintan Tamsir. (Foto Hasura)

PRESMEDIA.ID – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bintan terus memperluas jangkauan Layanan Bayi Ceria hingga ke wilayah pesisir.

Program ini memberikan kemudahan bagi orang tua untuk langsung mendapatkan dokumen kependudukan sekaligus jaminan kesehatan bagi bayi yang baru lahir.

Kepala Disdukcapil Bintan, Tamsir, menegaskan bahwa pihaknya terus berkomitmen menghadirkan inovasi pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) yang terintegrasi dengan jaminan kesehatan.

“Salah satu inovasi yang terus dijalankan adalah Layanan Bayi Ceria. Program ini mempermudah para orang tua untuk mendapatkan dokumen bayinya yang baru lahir serta jaminan kesehatannya,” ujar Tamsir, Selasa (8/10/2026).

Program yang diluncurkan sejak Januari 2023 ini memungkinkan bayi yang lahir di fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) langsung menerima tiga dokumen adminduk sekaligus, yaitu Akta Kelahiran, Kartu Identitas Anak (KIA), dan pembaruan Kartu Keluarga (KK).

Inovasi tersebut makin diperluas melalui kerja sama dengan BPJS Kesehatan sejak 27 September 2024. Lewat kemitraan ini, bayi baru lahir otomatis terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan tanpa perlu pengurusan terpisah.

Manfaat kemudahan ini kini dirasakan langsung oleh masyarakat pulau pesisir, salah satunya di Kecamatan Bintan Pesisir.

“Dulu, warga pesisir yang melahirkan harus menyeberang ke daratan untuk mengurus berkas. Sekarang, bayi yang lahir di UPTD Puskesmas Kelong langsung mendapatkan Akta Kelahiran, KIA, pembaruan KK, serta otomatis terdaftar di BPJS Kesehatan,” jelas Tamsir.

Tamsir menjamin keberlanjutan layanan di UPTD Puskesmas Kelong agar warga pesisir tak lagi terbeban biaya transportasi laut maupun proses birokrasi yang memakan waktu.

Layanan Bayi Ceria kini telah diterapkan di berbagai faskes di Kabupaten Bintan, mulai dari RSUD Bintan, seluruh puskesmas, bidan praktik mandiri yang tergabung dalam Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Bintan, hingga rumah sakit milik Pemprov Kepri seperti RSJKO Engku Haji Daud (EHD) Busung.

Dampak positif program ini terlihat dari lonjakan jumlah penerima manfaat. Jika sepanjang tahun lalu tercatat 29 bayi yang terlayani, hingga September 2026 angkanya telah melonjak tajam mencapai 89 bayi.

Penulis Hasura
Editor Redaksi

Sanggahan, koreksi, atau Hak Jawab sesuai UU Pers No. 40/1999 melalui email Redaksi presmedia.id: redaksi.presmed@gmail.com

Tinggalkan Balasan