
PRESMEDIA.ID,Bintan- Buruknya pelayanan dan sarana prasarana RSUD Raja Engku Haji Daud di Tanjung Uban menjadi soroatan.
Atas aduan dan laporan menyangkut keberadaan RSUD Tanjung Uban itu, Isdianto bersama anggota DPRD Kepri melakukan kunjungan kerja ke RSUD di Tanjung Uban Sabtu kemarin.
Selain menyoroti pelayanan yang di keluhkan masyarakat, Isdianto juga mengatakan, keberadaan RSUD Tanjung Uban itu juga perlu dilakukan pengembangan dan peningkatkan pelayanan.
Pemerintah provinsi Kepri sebutnya, berencana melakukan pengembangan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), karena pelayanan kesehatan yang baik adalah cita-cita Pemerintah Provinsi Kepri dan sangat diharapkan oleh masyarakat.
Selain disektor pelayanan, lanjut Isdianto, Keberadaan RSUD Tanjung Uban perlu dilakukan pengembangan agar bisa memberi pelayanan maksimal pada masyarakat.
Sayangnya, ketersediaan lahan di RS tersebut hingga saat ini terbatas. Atas dasar itu, pemerintah provinsi Kepri berencana meminta pengalokasiaan lahan ke PT.BMW selaku pemilik lahan kawasan industeri kawasan tersebut.
Isdianto memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan Kepri untuk segera melayangkan surat kepada pihak PT. BMW agar mau menyediakan lahannya untuk rencana pengembangan RS tersebut. Mengingat RSUD Tanjung Uban berbatasan langsung dengan lahan milik PT.BMW.
“Segera kita minta Dinas kesehatan untuk menyurati PT.BMW. Dan hari Selasa besok kita undang pihak BMW untuk membicarakan masalah ini. Kita harap pihak mereka mau menghibahkan lahan yang kita butuhkan untuk pengembangan. Namun jika harus melalui proses ganti rugi atau apapun bentuknya, kita akan tetap membutuhkannya,”katanya.
Lahan yang dimiliki RSUD saat ini hanya seluas 2,5 hektar. Dan sudah tidak bisa lagi dikembangkan secara fisik. Sementara lahan minimal yang dibutuhkan untuk pengembangan adalah seluas 10 hektar.
“Kita akan ajukan semaksimal yang kita butuhkan. Dan berapapun luas yang kita dapat nanti, setelah itu baru didesigh dan dibuat perencanaanya. Termasuk didalamnya, berapa besaran anggaran yang dibutuhkan. Yang penting lahan dulu,”kata Isdianto.
Mengenai anggaran yang dibutuhkan, Isdianto mengatakan, akan disampaikan ke Pemerintah pusat, dengan harapan ada sistem sharing anggaran antara Pemerintah Pusat dan Daerah.
“Masalah penganggaran nanti kita ajukan sharing dengan Pemerintah pusat,”katanya.
Setelah ada pengembangan nanti, Isdianto juga menegaskan agar pelayanan di RSUD bisa lebih maksimal.Sehingga tidak ada lagi pasien yang mengeluh tidak puas ketika berobat disana.
“Pemberiaan Pelayananya juga harus diimbangi dan lebih baik lagi. Bahkan untuk memberikan pelayanan yang baik tidak harus meninggu pengembangan. Tapi harus dari sekarang, karena pelayanan adalah yang utama,”tegasnya.
Penulis:Redaksi�
Jika ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan oleh pemberitaan di atas, Anda dapat mengirimkan sanggahan, koreksi, atau Hak Jawab sesuai UU Pers No. 40/1999 melalui email Redaksi presmedia.id: redaksi.presmed@gmail.com












