Pemprov Kepri Perkuat Destinasi Wisata Tanjungpinang Sebagai City Tour Kota Sejarah

Gubernur Provinsi Kepri Ansar Ahmad mengatakan, pertumbuhan Ekonomi Kepri Triwulan I 2024 sebesar 5,01 Persen menjadi modal dalam meningkatkan kesejahteraan Masyarakat.
Gubernur Provinsi Kepri Ansar Ahmad. (Foto: Doc-Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) berkomitmen untuk memperkuat destinasi wisata Tanjungpinang, mengembangkan kota ini menjadi objek wisata city tour yang menarik dengan fokus pada sejarah.

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menyoroti rendahnya jumlah wisatawan yang mengunjungi Tanjungpinang dibandingkan dengan 1.500 hingga 2.000 wisatawan yang berkunjung ke kawasan Bintan Resort setiap harinya.

“Sangat disayangkan jika wisatawan Bintan Resort tidak meluangkan waktu untuk menjelajahi Tanjungpinang melalui city tour,” kata Ansar.

Ansar berharap setidaknya 10-20 persen wisatawan Bintan dapat berkunjung ke Tanjungpinang. Ia menekankan pentingnya branding destinasi wisata Tanjungpinang dengan memperbaiki berbagai aspek destinasi sesuai karakteristiknya.

“Jika perlu, kita buat cerita menarik serta ikon-ikon yang menonjol,” tambah Ansar.

Pemerintah Provinsi Kepri akan terus mempromosikan destinasi wisata Tanjungpinang melalui branding yang kuat. Langkah ini mencakup revitalisasi Pulau Penyengat sebagai destinasi wisata budaya dan religi, serta promosi Jalan Gurindam 12 dan Kota Lama sebagai bagian dari city tour.

Selain itu, Akau Potong Lembu akan di-branding sebagai pusat kuliner berbasis makanan laut bersejarah.

“Pemerintah Kepri telah melaksanakan pembangunan Akau Potong Lembu, diharapkan menjadi ikon baru pusat kuliner yang menarik wisatawan domestik maupun mancanegara,” ujar Ansar.

Peningkatan Infrastruktur dan Daya Tarik

Gedung Gonggong salah satu ikon di Kota Tanjungpinang. (Foto: Diskominfo Kepri/Presmedia.id)
Gedung Gonggong salah satu ikon di Kota Tanjungpinang. (Foto: Doc-Presmedia.id)

Pemprov Kepri juga meningkatkan konektivitas Pelantar 1 dan 2, yang memiliki potensi besar menjadi pusat perdagangan hasil laut.

“Sebagai kota bersejarah, Tanjungpinang tidak perlu dibangun dengan gedung tinggi. Kota ini perlu dijadikan sebagai Kota Sejarah yang menarik,” jelas Ansar.

Ansar mengakui masih banyak aspek yang perlu diperbaiki di Tanjungpinang, terutama terkait kebersihan dan keindahan kota. Dengan usaha yang gigih, dia yakin Tanjungpinang dapat menjadi objek wisata city tour yang menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Komitmen dan Kerjasama Stakeholder

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Provinsi Kepri, Guntur Sakti, menegaskan komitmen untuk membangun strategi kemajuan pariwisata kota Tanjungpinang dan kabupaten lain di provinsi Kepri.
Dukungan terhadap peningkatan pariwisata kota Tanjungpinang akan dilakukan dengan mengembangkan potensi wisata guna meningkatkan daya saing dan menarik minat wisatawan untuk menjelajahi keindahan wisata di kota Tanjungpinang.

Dinas pariwisata provinsi Kepri lanjutnya, akan terus berkoordinasi untuk meningkatkan daya tarik pariwisata di Tanjungpinang sebagai faktor pendorong wisatawan mancanegara.

Guntur juga mengharapkan pemerintah kota Tanjungpinang dan seluruh stakeholder bersatu padu mendukung peningkatan pariwisata di Kota Tanjungpinang.

“Meningkatkan kepariwisataan tidak terlepas dari dukungan dari kelompok maupun pelaku usaha yang sejalan dengan bidang pariwisata, termasuk jasa perhotelan dan jasa transportasi,” pungkasnya.

Penulis: Presmedia
Editor  : Redaksi