
PRESMEDIA.ID– Kasus malaria di Kabupaten Bintan mewabah dan mengalami lonjakan signifikan sepanjang Semester I 2026.
Hingga akhir Juni, sebanyak 178 warga tercatat menjalani perawatan di RSUD Bintan akibat terinfeksi penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina tersebut.
Direktur RSUD Bintan, Tony Masruri, membenarkan meningkatnya jumlah pasien malaria tahun ini. Menurutnya, angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
“Tahun lalu jumlah penderita malaria hanya 14 orang. Namun hingga Semester I 2026 atau Januari sampai Juni, jumlah pasien sudah mencapai 178 orang,” kata Tony.
Sebanyak 142 Pasien Jalani Rawat Inap
Dari total 178 pasien malaria, sebanyak 142 orang menjalani rawat inap, sementara 36 orang lainnya menjalani rawat jalan.
Tony menjelaskan, peningkatan kasus terjadi secara bertahap sejak awal tahun denhan rincian:
- Januari: 6 pasien rawat inap dan 1 pasien rawat jalan.
- Februari: 5 pasien rawat inap dan 1 pasien rawat jalan.
- Maret: 17 pasien rawat inap dan 5 pasien rawat jalan.
- April: 24 pasien rawat inap dan 12 pasien rawat jalan.
- Mei: 53 pasien rawat inap dan 5 pasien rawat jalan.
- Juni: 37 pasien rawat inap dan 12 pasien rawat jalan.
Menurutnya, data tersebut belum termasuk pasien yang menjalani perawatan selama Juli 2026.
Lonjakan Kasus Terjadi Sejak April
Berdasarkan analisis RSUD Bintan, lonjakan kasus malaria mulai terlihat sejak April dan terus meningkat pada Mei hingga Juni.
Wilayah dengan jumlah kasus terbanyak berada di kawasan pesisir, terutama di Kecamatan Mantang dan Kecamatan Teluk Bintan.
Tony menjelaskan, malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Nyamuk tersebut umumnya aktif mulai sore hingga pagi hari.
Untuk penanganan pasien, RSUD Bintan memberikan terapi obat antimalaria selama 14 hari guna membunuh seluruh parasit yang berada di dalam tubuh pasien.
“Tujuannya agar parasit malaria benar-benar mati. Karena itu, obat harus diminum hingga tuntas sesuai anjuran dokter. Jika tidak dikonsumsi secara teratur, penyakit ini berpotensi kambuh kembali,” jelasnya.
Masyarakat Diimbau Menjaga Kebersihan Lingkungan
Tony mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat, terutama di tengah musim pancaroba yang dapat mempercepat perkembangbiakan nyamuk.
Ia menyarankan masyarakat menggunakan kelambu saat tidur atau lotion antinyamuk sebagai perlindungan tambahan. Namun, langkah paling efektif tetap menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
“Sebaiknya saat tidur menggunakan kelambu atau memakai lotion antinyamuk. Namun yang paling penting adalah menjaga lingkungan agar tetap bersih,” ujarnya.
Penulis:Hasura
Editor :Redaksi
Sanggahan, koreksi, atau Hak Jawab sesuai UU Pers No. 40/1999 melalui email Redaksi presmedia.id: redaksi.presmed@gmail.com












